Gubernur BI Baru Diharapkan Jaga Stabilitas dan Dorong Pertumbuhan
Pelantikan Gubernur BI baru menimbulkan optimisme di kalangan perbankan, dengan harapan kebijakan moneter dapat menyeimbangkan stabilitas rupiah, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kepemimpinan baru di Bank Indonesia yang resmi dilantik kini menjadi sorotan utama para pelaku industri perbankan di Tanah Air. Para pemimpin bank besar menyampaikan harapan agar kebijakan moneter yang diambil dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar rupiah. Dengan tantangan ekonomi global yang masih dinamis, dibutuhkan pendekatan yang responsif namun tetap konsisten.
Hery Gunardi, Direktur Utama Bank BRI, menegaskan bahwa peran BI sebagai bank sentral sangat strategis dalam menjaga kestabilan makroekonomi. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang pro-growth, tetapi tetap menjaga likuiditas dan nilai tukar. Menurutnya, keberhasilan BI dalam menjalankan tugasnya akan berdampak langsung pada kepercayaan pasar, termasuk terhadap arus modal asing yang sempat mengalir keluar dari pasar domestik. Dengan kepercayaan yang pulih, ekonomi diharapkan dapat tumbuh lebih positif dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Nofry Roni Poetra, Direktur Finance & Strategy Bank BTN, menyoroti pentingnya kebijakan BI yang mendukung perkembangan industri perbankan secara menyeluruh. Ia menyampaikan harapan agar kebijakan moneter ke depan bersifat pro-market dan pro-industri, tanpa mengabaikan aspek stabilitas. Ia menekankan bahwa suku bunga bukan hanya alat untuk mendorong kredit, tetapi juga instrumen kunci dalam mengendalikan inflasi dan menjaga nilai tukar.
Kedua tokoh tersebut menekankan bahwa keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas adalah kunci utama. Mereka berharap kebijakan yang diambil oleh BI baru akan mampu menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif, memperkuat kepercayaan investor, dan membuka ruang bagi investasi berkelanjutan. Dengan demikian, stabilitas rupiah dan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan beriringan tanpa saling menghambat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

