Gubernur BI Baru Tegaskan Fokus pada Kebijakan 3I Plus S
Gubernur Bank Indonesia baru, Destry Damayanti, menegaskan komitmen membangun kebijakan moneter berbasis prinsip Impactful, Inclusive, Integrative, dan Sinergi selama masa jabatannya 2026–2031.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 19.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031, Destry Damayanti, secara resmi mengumumkan arah kebijakan strategis yang akan diterapkan selama masa jabatannya, setelah dilantik di Mahkamah Agung. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pendekatan kebijakan yang berdampak nyata, inklusif, terintegrasi, serta berbasis sinergi. Prinsip tersebut dirangkum dalam konsep 3I Plus S sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin bank sentral.
Destry menegaskan bahwa kebijakan yang dirancang akan selalu mempertimbangkan dampak terhadap perekonomian secara menyeluruh, termasuk akses ke layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah terpencil dan kelompok rentan. Ia menekankan bahwa inklusivitas bukan hanya soal akses, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan layanan keuangan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata.
Penerapan prinsip integratif menekankan keterkaitan antar sektor, baik dalam kebijakan moneter maupun koordinasi dengan kebijakan fiskal dan sektor riil. Destry menekankan pentingnya sinergi antar lembaga, termasuk pemerintah pusat dan daerah, dalam mencapai stabilitas ekonomi makro. Ia menyebut bahwa kerja sama berkelanjutan menjadi kunci untuk menjaga daya saing nasional dan mewujudkan transformasi ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam menyusun strategi, Destry menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar dan inflasi tetap menjadi prioritas utama. Namun, pencapaian stabilitas itu tidak akan dicapai secara individual, melainkan melalui koordinasi lintas institusi dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa kerangka kerja Merah Putih akan menjadi panduan utama dalam mewujudkan visi Indonesia maju yang lebih baik dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026
Berita Lainnya

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


