Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gubernur BI Baru Tegaskan Fokus pada Kebijakan 3I Plus S

Gubernur Bank Indonesia baru, Destry Damayanti, menegaskan komitmen membangun kebijakan moneter berbasis prinsip Impactful, Inclusive, Integrative, dan Sinergi selama masa jabatannya 2026–2031.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 19.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gubernur BI Baru Tegaskan Fokus pada Kebijakan 3I Plus S
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031, Destry Damayanti, secara resmi mengumumkan arah kebijakan strategis yang akan diterapkan selama masa jabatannya, setelah dilantik di Mahkamah Agung. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pendekatan kebijakan yang berdampak nyata, inklusif, terintegrasi, serta berbasis sinergi. Prinsip tersebut dirangkum dalam konsep 3I Plus S sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin bank sentral.

Destry menegaskan bahwa kebijakan yang dirancang akan selalu mempertimbangkan dampak terhadap perekonomian secara menyeluruh, termasuk akses ke layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah terpencil dan kelompok rentan. Ia menekankan bahwa inklusivitas bukan hanya soal akses, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan layanan keuangan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata.

Penerapan prinsip integratif menekankan keterkaitan antar sektor, baik dalam kebijakan moneter maupun koordinasi dengan kebijakan fiskal dan sektor riil. Destry menekankan pentingnya sinergi antar lembaga, termasuk pemerintah pusat dan daerah, dalam mencapai stabilitas ekonomi makro. Ia menyebut bahwa kerja sama berkelanjutan menjadi kunci untuk menjaga daya saing nasional dan mewujudkan transformasi ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam menyusun strategi, Destry menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar dan inflasi tetap menjadi prioritas utama. Namun, pencapaian stabilitas itu tidak akan dicapai secara individual, melainkan melalui koordinasi lintas institusi dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa kerangka kerja Merah Putih akan menjadi panduan utama dalam mewujudkan visi Indonesia maju yang lebih baik dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya