Gubernur Dorong Hilirisasi Berbasis Desa Lewat Inovasi Teknologi
Gubernur Lampung menekankan pentingnya inovasi teknologi tepat guna untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan ekonomi desa.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 00.49 WITA·👁 5 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan perlunya memperkuat riset dan inovasi sains terapan yang berdampak langsung pada penyelesaian persoalan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan dalam pembukaan Seminar Nasional IPTEK Terapan yang mengusung tema sinergi inovasi dan transformasi digital dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, tantangan utama bukan hanya pada penciptaan pengetahuan, tetapi pada penerapannya sebagai solusi nyata di tingkat lapangan.
Provinsi Lampung, dengan potensi lahan mencapai 3,3 juta hektare dan populasi 9,6 juta jiwa, memiliki basis ekonomi kuat di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Produksi padi mencapai 3,5 juta ton per tahun, didukung oleh beragam komoditas unggulan seperti jagung, singkong, nanas, kopi, lada, kakao, kelapa sawit, dan karet. Dengan sekitar 1,7 juta petani, kesejahteraan masyarakat sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas.
Namun, pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini tidak boleh mengandalkan pergerakan harga semata. Gubernur menekankan perlunya memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat daya saing daerah melalui hilirisasi komoditas. Banyak produk masih diekspor dalam bentuk bahan mentah, seperti kopi dalam bentuk *green bean*, sehingga nilai tambah dan peluang kerja belum maksimal dimanfaatkan.
Untuk itu, Pemprov Lampung menginisiasi pengembangan hilirisasi yang inklusif, dengan fokus pada kapasitas desa. Salah satu langkah konkret adalah membangun fasilitas pengering (*dryer*) di tingkat desa, diikuti dengan mesin pencetak pakan ternak. Dengan demikian, hasil pertanian dapat diproses lebih lanjut menjadi beras, pakan ayam, dan produk turunan lainnya, sehingga desa tidak hanya sebagai pemasok bahan baku, tetapi menjadi pusat produksi dan pengolahan yang mandiri.
Gubernur menekankan bahwa teknologi harus dirancang sesuai dengan ekosistem lokal, bukan dipaksakan. Diperlukan dukungan dari perguruan tinggi, seperti Politeknik Negeri Lampung, dalam mengembangkan alat seperti *dryer*, mesin pencampur (*mixer*), dan mekanisasi pertanian yang terjangkau dan efisien. Selain itu, penguatan sumber daya manusia menjadi kunci, termasuk melalui beasiswa yang mengarah pada pengembangan kapasitas desa. Tujuannya adalah menciptakan generasi muda yang menjadi pelopor inovasi dan penggerak ekonomi lokal, bukan sekadar pencari pekerjaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uji Lapangan HD785-7 Hybrid EREV Dimulai di Pertambangan Indonesia
Uji lapangan alat berat hybrid EREV Komatsu dilakukan di lokasi pertambangan milik anak usaha United Tractors untuk mengukur efisiensi dan kinerja teknologi elektrifikasi.
24 Oktober 2026

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

