Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gubernur Imbau Warga Lampung Waspada Erupsi Anak Krakatau

Gubernur Lampung meminta masyarakat tetap tenang dan waspada menyusul erupsi berulang Gunung Anak Krakatau, sambil mengimbau mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 07.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gubernur Imbau Warga Lampung Waspada Erupsi Anak Krakatau
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menghimbau seluruh warga untuk menjaga ketenangan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang kembali menunjukkan erupsi sejak Jumat malam, 4 September 2026. Pemantauan bersama instansi terkait, termasuk TNI, Polri, BMKG, dan dinas-dinas pemerintah daerah, dilakukan secara intensif untuk memastikan respons cepat dan akurat terhadap perkembangan kondisi gunung api tersebut.

Pemantauan menunjukkan erupsi pertama kali terjadi sekitar pukul 24.00 WIB pada Jumat, kemudian berulang pada Sabtu pagi hingga pagi hari Minggu, dengan jeda singkat pada pukul 00.04 WIB sebelum kembali aktif antara pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Meski belum teramati asap kawah secara visual akibat tertutup kabut, kondisi angin lemah dari arah timur laut dan barat laut menyebabkan abu vulkanik bergerak ke arah barat daya dan sedikit barat laut.

Gubernur menekankan pentingnya mengikuti informasi resmi dari pemerintah untuk menghindari kepanikan. Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung dalam radius 3 hingga 5 kilometer, meminimalkan aktivitas di luar ruangan, serta menggunakan pelindung pernapasan jika harus berada di luar rumah. Penutupan jendela, pintu, dan celah ventilasi juga disarankan untuk mencegah masuknya abu ke dalam rumah.

Kepada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau iritasi akibat abu, disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Gubernur menegaskan bahwa situasi tetap terkendali dan tidak perlu panik, asalkan masyarakat bersikap bijak dan hanya mengandalkan data dari sumber resmi. Pembaruan informasi akan disampaikan rutin melalui grup komunikasi pukul 18.00 WIB dan akun Instagram resmi BPBD Lampung.

Pemantauan aktif juga dilakukan terhadap gunung api lain di wilayah Indonesia, termasuk Semeru, Lewotobi Laki-laki, dan Sinabung, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana nasional. Pemerintah Provinsi Lampung mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, menghindari area berpotensi terdampak abu, serta tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya