Gubernur Papua Tekankan Manfaat Nyata dari Program Cetak Sawah 2026
Gubernur Matius D. Fakhiri menekankan bahwa keberhasilan cetak sawah 2026 diukur dari manfaat nyata bagi petani, bukan sekadar selesainya pembukaan lahan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 07.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan bahwa program cetak sawah tahun 2026 harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, terutama petani di wilayah setempat. Ia menekankan bahwa pencapaian program tidak boleh dinilai hanya dari jumlah lahan yang telah dibuka, melainkan dari kemampuan lahan tersebut menghasilkan panen yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam pembukaan Rapat Koordinasi Evaluasi dan Addendum Konstruksi Cetak Sawah se-Tanah Papua di Jayapura, Fakhiri menyatakan bahwa program ini merupakan bagian integral dari upaya membangun ketahanan pangan dan kemandirian pangan di provinsi yang kaya potensi lahan. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan lahan secara terencana, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan masyarakat lokal.
Menurutnya, kunci keberhasilan bukan hanya terletak pada pembukaan lahan, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur, kualitas konstruksi, ketersediaan air, sarana produksi, serta kesiapan petani dalam mengelola lahan. Ia menekankan bahwa produktivitas harus menjadi fokus utama agar lahan yang telah dibuka dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Fakhiri menegaskan bahwa tidak boleh terjadi kasus di mana pembukaan lahan selesai secara administratif, namun tidak memberikan peningkatan produksi atau kesejahteraan bagi petani. Ia menyerukan evaluasi yang objektif, transparan, dan berbasis data lapangan terhadap semua tahapan proyek, termasuk pekerjaan yang sudah selesai, sedang berjalan, maupun yang mengalami hambatan.
Setiap usulan perubahan atau addendum harus didukung data teknis, dokumentasi lapangan, spesifikasi jelas, dan perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia menekankan bahwa pertimbangan kondisi lokal, seperti kesesuaian lahan, aksesibilitas, ketersediaan air, serta kesiapan masyarakat dan petani sebagai penerima manfaat, harus menjadi dasar utama dalam pelaksanaan program.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


