Gubernur Resmikan Jembatan Bailey Perbaikan Akses Pasca-Bencana Tapteng
Gubernur Sumut resmikan jembatan Bailey kombinasi di Parjalihotan, Tapteng, sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca-bencana yang mempercepat mobilitas warga dan akses pendidikan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, secara resmi meresmikan Jembatan Bailey kombinasi di Desa Parjalihotan, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, sebagai bagian dari langkah penanganan dampak bencana yang terjadi akhir November 2025. Jembatan ini menghubungkan Dusun 6 dan Dusun 7, menjadi akses vital bagi warga setempat, terutama dalam menunjang perjalanan anak-anak menuju sekolah dan mobilitas harian.
Jembatan tersebut merupakan salah satu dari 13 struktur yang dibangun oleh personel TNI bersama masyarakat di berbagai wilayah terdampak bencana di Sumut. Bobby menekankan pentingnya jembatan ini dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Ia menyampaikan harapan agar akses yang kini terbuka dapat berkelanjutan dan mendukung kehidupan sehari-hari tanpa hambatan.
Untuk menjaga keberlangsungan fungsi jembatan, Bobby meminta dilakukan pemantauan rutin setiap dua hingga tiga bulan. Jika ditemukan kerusakan atau kekurangan, pihak terkait siap melakukan perbaikan dan penguatan. Ia juga mengapresiasi sinergi antara TNI dan masyarakat dalam proses pembangunan, menilai kolaborasi ini sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam pemulihan pasca-bencana.
Dalam dialog langsung dengan warga, Bobby menyampaikan rencana bantuan modal usaha bagi perempuan di desa tersebut. Melalui kerja sama Pemprov Sumut dan Bank Sumut, 50 perempuan pertama akan menerima dana awal, dengan peluang penambahan modal bagi yang berhasil mengelola usaha secara efektif. Inisiatif ini diharapkan mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.
Idasari, salah satu warga Desa Parjalihotan, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah. Ia berharap dukungan seperti ini terus berlanjut demi kemajuan desa. Selain itu, Bobby menegaskan bahwa penanganan bencana akan berlanjut hingga tahun 2028, termasuk perbaikan infrastruktur jalan yang rusak akibat bencana.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


