Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gubernur Resmikan Jembatan Bailey Perbaikan Akses Pasca-Bencana Tapteng

Gubernur Sumut resmikan jembatan Bailey kombinasi di Parjalihotan, Tapteng, sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca-bencana yang mempercepat mobilitas warga dan akses pendidikan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gubernur Resmikan Jembatan Bailey Perbaikan Akses Pasca-Bencana Tapteng
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, secara resmi meresmikan Jembatan Bailey kombinasi di Desa Parjalihotan, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, sebagai bagian dari langkah penanganan dampak bencana yang terjadi akhir November 2025. Jembatan ini menghubungkan Dusun 6 dan Dusun 7, menjadi akses vital bagi warga setempat, terutama dalam menunjang perjalanan anak-anak menuju sekolah dan mobilitas harian.

Jembatan tersebut merupakan salah satu dari 13 struktur yang dibangun oleh personel TNI bersama masyarakat di berbagai wilayah terdampak bencana di Sumut. Bobby menekankan pentingnya jembatan ini dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Ia menyampaikan harapan agar akses yang kini terbuka dapat berkelanjutan dan mendukung kehidupan sehari-hari tanpa hambatan.

Untuk menjaga keberlangsungan fungsi jembatan, Bobby meminta dilakukan pemantauan rutin setiap dua hingga tiga bulan. Jika ditemukan kerusakan atau kekurangan, pihak terkait siap melakukan perbaikan dan penguatan. Ia juga mengapresiasi sinergi antara TNI dan masyarakat dalam proses pembangunan, menilai kolaborasi ini sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam pemulihan pasca-bencana.

Dalam dialog langsung dengan warga, Bobby menyampaikan rencana bantuan modal usaha bagi perempuan di desa tersebut. Melalui kerja sama Pemprov Sumut dan Bank Sumut, 50 perempuan pertama akan menerima dana awal, dengan peluang penambahan modal bagi yang berhasil mengelola usaha secara efektif. Inisiatif ini diharapkan mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.

Idasari, salah satu warga Desa Parjalihotan, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah. Ia berharap dukungan seperti ini terus berlanjut demi kemajuan desa. Selain itu, Bobby menegaskan bahwa penanganan bencana akan berlanjut hingga tahun 2028, termasuk perbaikan infrastruktur jalan yang rusak akibat bencana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya