Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Guru Diminta Unggul Digital Hadapi Era Kecerdasan Buatan

Kementerian meminta guru meningkatkan kecakapan digital agar mampu membimbing siswa dalam penggunaan teknologi AI secara aman dan bijak, terutama di jenjang SMP.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 17.57 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 33x dibuka
Guru Diminta Unggul Digital Hadapi Era Kecerdasan Buatan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan pentingnya guru memiliki kemampuan digital yang lebih tinggi dibanding peserta didik, khususnya dalam menghadapi perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan. Upaya ini diarahkan untuk memastikan pendidik mampu menjadi pendamping yang efektif dalam mengelola aktivitas digital siswa, terutama pada usia rentan seperti kelas 2 dan 3 SMP.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menegaskan bahwa siswa kini lebih cepat adaptif terhadap platform digital dibanding guru, sehingga diperlukan pendekatan proaktif dari tenaga pendidik. Guru harus memahami pola perilaku digital anak, termasuk cara menyembunyikan akses ke situs berbahaya seperti dark web, serta kemampuan mengevaluasi konten yang tidak sesuai usia yang mungkin tersimpan secara tersembunyi di perangkat pribadi siswa.

Kecakapan digital bagi guru bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjadi fondasi dalam membangun kemandirian dan kesadaran digital pada generasi muda. Dalam konteks ini, guru dituntut memahami cara kerja alat seperti ChatGPT dan Gemini, serta bagaimana siswa memanfaatkannya dalam menyelesaikan tugas. Hal ini mengharuskan perubahan paradigma penilaian dari hasil akhir menuju proses pembelajaran yang lebih mendalam.

Guru diminta tidak hanya mengamati hasil kerja siswa, tetapi juga mampu mengidentifikasi apakah pekerjaan tersebut benar-benar dibuat oleh siswa atau hanya hasil dari asisten digital. Dengan pemahaman mendalam terhadap teknologi, guru dapat merancang tugas yang menantang kreativitas dan pemikiran kritis, bukan sekadar efisiensi.

Tujuan utama dari penguatan kompetensi digital guru adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan berkelanjutan di tengah transformasi digital yang cepat. Dengan posisi sebagai pengarah dan pendamping, guru berperan kunci dalam membentuk generasi yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga bertanggung jawab dalam penggunaannya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya