Haji Isam Perluas Kepemilikan Saham di Bayan Lewat PJBS Baru
PT Jhonlin Baratama, milik Haji Isam, tambah porsi saham di Bayan Resources melalui perubahan perjanjian jual beli saham bersyarat, dengan penambahan 84 juta saham.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi sedang melakukan penelaahan terhadap perubahan dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) yang melibatkan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Haji Isam. Transaksi ini mencatat peningkatan jumlah saham yang akan dialihkan dari 10.000.000.500 menjadi 10.084.088.370 saham biasa, menunjukkan perluasan kepemilikan oleh pembeli. Penyesuaian ini telah direkam dalam surat pemberitahuan lanjutan yang diterima emiten pada 5 Oktober 2026.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima klarifikasi dari manajemen BYAN terkait perubahan jumlah saham, alasan penentuan harga, serta status pengendalian perusahaan setelah transaksi. Ia menegaskan bahwa BEI fokus pada ketaatan terhadap kewajiban keterbukaan informasi dan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal, bukan intervensi dalam penetapan harga.
Meski harga transaksi tidak diatur oleh BEI karena merupakan kesepakatan antarpihak, otoritas tetap mengawasi proses secara ketat. BEI menyatakan bahwa jika diperlukan, pihaknya akan meminta penjelasan tambahan kepada emiten sesuai ketentuan yang berlaku. Proses penelaahan ini menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan stabilitas pasar modal.
Dalam keterangan resmi, manajemen Bayan Resources menegaskan bahwa transaksi ini tidak berdampak negatif signifikan terhadap operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha perusahaan. Perubahan PJBS telah disetujui oleh Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low, pemegang saham pengendali sebelumnya, serta PT Jhonlin Baratama sebagai pembeli, dengan penandatanganan perubahan dilakukan pada 1 Oktober 2026.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indeks saham utama Indonesia turun 1,88% ke level 6.031, dipicu kekhawatiran atas kemungkinan kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed di akhir 2026.
8 Oktober 2026

Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup Tanpa Keadilan Sosial
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menekankan pentingnya berpikir berbasis data dan kepemimpinan solutif untuk mengatasi ketimpangan meski ekonomi tumbuh pesat.
8 Oktober 2026

Biaya Haji 2027 Naik, Pemerintah Jamin Beban Peserta Tetap Terkendali
Kemenhaj dan DPR tetapkan BPIH 2027 sebesar Rp98,47 juta per orang, dengan subsidi Presiden menekan beban pelunasan peserta hingga Rp23,05 juta.
8 Oktober 2026

Prabowo: Investasi di Indonesia Harus Dijaga Seperti Keluarga
Presiden Prabowo meminta pemerintah melindungi semua investor seperti anggota keluarga, menekankan komitmen menjaga keamanan dan keberlanjutan investasi strategis di Kawasan Industri Weda Bay.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Bechi Kembali Dibui Setelah Bebas Bersyarat Dicabut
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KPK Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Korupsi di BPN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KNMP Sungai Padang Segera Beroperasi, Fokus Perkuat Ekonomi Nelayan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pengamat Hukum Soroti Penerapan RJ pada Kasus Narkoba Anggota DPRD
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

KPK Periksa Belasan Swasta dan ASN Terkait Kasus Suap Bupati Langkat
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Surabaya Perluas Bopda untuk Ponpes, Dorong Keadilan Pendidikan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Gubernur Dorong ITK Jadi Pusat Inovasi untuk IKN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Pelaku Kekerasan yang Tewaskan Korban Diamankan di TTS
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

