Hampir 2.000 Orang Terdampak Keracunan Makanan dari Program MBG
Lebih dari 1.900 warga, sebagian besar anak didik, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG di lima daerah berbeda dalam tiga hari terakhir.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 1.906 warga dari berbagai wilayah di Indonesia dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam rentang waktu Selasa hingga Kamis. Kasus terjadi secara serentak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur; Kabupaten Rembang, Jawa Tengah; Kabupaten Agam, Sumatra Barat; dan Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Gejala yang dilaporkan mencakup mual, muntah, nyeri perut, diare, pusing, serta gatal, dengan sebagian korban membutuhkan penanganan medis intensif.
Di Kabupaten Rembang, 777 orang terdiri dari siswa dan guru SMAN 1 Lasem mengalami dampak setelah mengonsumsi MBG pada siang hari Rabu (2/9). Gejala muncul sejak malam hari dan memuncak pada Kamis pagi, dengan ratusan siswa berbondong-bondong menuju toilet. Sekolah kemudian memutuskan untuk memulangkan 1.174 siswa dan 95 tenaga pendidik, sementara 21 siswa diperiksa di UGD Puskesmas Lasem, empat di antaranya dirawat inap. Kepala sekolah, Juhartutik, menyatakan pihak SPPG desa setempat telah hadir untuk bertanggung jawab atas insiden ini.
Di Tana Toraja, 152 siswa dari dua SMP Negeri di Makale dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi MBG dari SPPG Batupapan. Mereka dirawat di tiga fasilitas kesehatan setempat. Kepala SMP Negeri 1 Makale, Yohanis Pakiding, mengungkapkan bahwa kondisi massal memaksa sekolah segera menghubungi rumah sakit dan puskesmas untuk penanganan darurat. Sementara itu, di Kabupaten Agam, 276 orang terdiri dari siswa dan guru dari berbagai jenjang pendidikan juga dilaporkan terdampak, sehingga pemerintah daerah menghentikan sementara distribusi makanan dari SPPG Pasia Laweh.
Pihak SPPG Soditan Lasem, yang menjadi penyedia makanan di Rembang, telah menyampaikan permohonan maaf dan menjamin seluruh biaya perawatan medis gratis hingga pemulihan sempurna. Mereka juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional dapur. Meski demikian, hingga saat ini belum ada satupun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Kepala Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa jika terbukti ada kelalaian dan unsur pidana, maka pihak terkait tidak akan lagi dilindungi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


