Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga Batu Bara Tembus US$150/Ton, Faktor Global Jadi Penentu Utama

Kenaikan harga batu bara hingga US$150 per ton dipengaruhi dominan oleh dinamika permintaan dan pasokan global, bukan hanya gangguan logistik di Kalimantan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 11.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Harga Batu Bara Tembus US$150/Ton, Faktor Global Jadi Penentu Utama
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Harga batu bara dunia kembali melonjak, menembus level US$150 per ton, memicu perhatian luas terhadap kinerja pasar komoditas energi. Di tengah situasi tersebut, sejumlah pihak menyebut kondisi logistik di Kalimantan sebagai faktor pemicu, terutama akibat penurunan muka air sungai yang mengganggu pengangkutan via kapal tongkang. Namun, para pengamat industri menegaskan bahwa faktor eksternal jauh lebih berpengaruh dibandingkan isu lokal.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menegaskan bahwa pergerakan harga batu bara tidak dapat dipahami hanya dari kondisi domestik. Ia menyatakan bahwa dinamika global, termasuk permintaan dari negara-negara industri utama dan ketersediaan pasokan dari produsen utama, menjadi pendorong utama kenaikan harga. "Pergerakan harga batu bara dipengaruhi oleh kompleksitas pasar global, terutama perubahan permintaan dan ketersediaan pasokan secara internasional," tegasnya dalam keterangan resmi.

Di wilayah Kalimantan, kondisi cuaca kering telah menurunkan tinggi air di sejumlah sungai utama, menghambat operasional kapal tongkang. Kedalaman air yang berkurang membatasi draft kapal, sehingga kapasitas angkut batu bara menurun secara signifikan. Akibatnya, stok batu bara mulai menumpuk di area tambang maupun di pelabuhan, berpotensi menimbulkan tekanan pada rantai pasok. Namun, pihak APBI menekankan bahwa dampak logistik ini hanya berkontribusi pada sentimen pasar, bukan penyebab utama kenaikan harga.

Menurut analisis, faktor global seperti perubahan kebijakan energi Eropa, kenaikan permintaan dari Asia, serta ketegangan geopolitik yang memengaruhi pasokan dari negara produsen lain jauh lebih dominan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga batu bara bukan sekadar cerminan gangguan lokal, melainkan refleksi dari ketegangan pasar global yang berlangsung secara luas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya