Harga Batu Bara Tembus US$150/Ton, Faktor Global Jadi Penentu Utama
Kenaikan harga batu bara hingga US$150 per ton dipengaruhi dominan oleh dinamika permintaan dan pasokan global, bukan hanya gangguan logistik di Kalimantan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 11.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Harga batu bara dunia kembali melonjak, menembus level US$150 per ton, memicu perhatian luas terhadap kinerja pasar komoditas energi. Di tengah situasi tersebut, sejumlah pihak menyebut kondisi logistik di Kalimantan sebagai faktor pemicu, terutama akibat penurunan muka air sungai yang mengganggu pengangkutan via kapal tongkang. Namun, para pengamat industri menegaskan bahwa faktor eksternal jauh lebih berpengaruh dibandingkan isu lokal.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menegaskan bahwa pergerakan harga batu bara tidak dapat dipahami hanya dari kondisi domestik. Ia menyatakan bahwa dinamika global, termasuk permintaan dari negara-negara industri utama dan ketersediaan pasokan dari produsen utama, menjadi pendorong utama kenaikan harga. "Pergerakan harga batu bara dipengaruhi oleh kompleksitas pasar global, terutama perubahan permintaan dan ketersediaan pasokan secara internasional," tegasnya dalam keterangan resmi.
Di wilayah Kalimantan, kondisi cuaca kering telah menurunkan tinggi air di sejumlah sungai utama, menghambat operasional kapal tongkang. Kedalaman air yang berkurang membatasi draft kapal, sehingga kapasitas angkut batu bara menurun secara signifikan. Akibatnya, stok batu bara mulai menumpuk di area tambang maupun di pelabuhan, berpotensi menimbulkan tekanan pada rantai pasok. Namun, pihak APBI menekankan bahwa dampak logistik ini hanya berkontribusi pada sentimen pasar, bukan penyebab utama kenaikan harga.
Menurut analisis, faktor global seperti perubahan kebijakan energi Eropa, kenaikan permintaan dari Asia, serta ketegangan geopolitik yang memengaruhi pasokan dari negara produsen lain jauh lebih dominan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga batu bara bukan sekadar cerminan gangguan lokal, melainkan refleksi dari ketegangan pasar global yang berlangsung secara luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
ANTAM Perkuat Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat
ANTAM tekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat di Sulawesi Tenggara.
8 September 2026
Gubernur Sultra Minta Penegak Hukum Periksa Istri Terkait Denda Tambang Nikel di Hutan Lindung
Gubernur Sultra menanggapi denda Rp2,19 triliun terhadap PT TMS dengan menyerahkan penjelasan kepada penegak hukum dan menegaskan tidak menjadi pihak yang berwenang menjawab.
8 September 2026

PTBA Perkuat Diversifikasi, Sasaran 20% Pendapatan dari Hilirisasi
PTBA menargetkan kontribusi pendapatan dari hilirisasi dan diversifikasi produk mencapai 20% dalam empat tahun, didukung proyek gasifikasi dan energi terbarukan.
8 September 2026

Tembaga dan Emas Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan
Pengelolaan tembaga di Indonesia kini berfokus pada hilirisasi dan integrasi industri, dengan produksi emas dari PMR PTFI mulai mendukung kebutuhan domestik dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


