Harga BBM Non-Subsidi Naik Per 1 September, Pertalite dan Biosolar Tetap
PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga BBM non-subsidi mulai 1 September 2026, sementara Pertalite dan Biosolar tetap di harga Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 11.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga sejumlah produk bahan bakar minyak non-subsidi mulai 1 September 2026. Penyesuaian ini mencakup kenaikan harga untuk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, yang mengikuti fluktuasi harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, beban pajak, serta pertimbangan daya beli masyarakat. Harga Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter, sementara Pertamina Dex naik signifikan dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter.
Dexlite mengalami kenaikan dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, mencerminkan penyesuaian berbasis formula pemerintah yang mengakomodasi berbagai indikator eksternal. Di sisi lain, Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan harga, dipertahankan demi menjaga keseimbangan ekonomi dan stabilitas sosial di tengah kondisi pasar global yang dinamis.
Harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan sesuai kebijakan pemerintah. Pertalite dipertahankan di angka Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap di level Rp6.800 per liter di seluruh wilayah Indonesia. Penetapan ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjaga akses masyarakat terhadap energi murah, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah.
Penyesuaian harga ini ditegaskan sebagai bagian dari mekanisme pasar yang berbasis pada indikator ekonomi makro, bukan kebijakan diskriminatif. Perusahaan menegaskan bahwa peningkatan harga tidak mengurangi kualitas produk atau standar layanan. Seluruh SPBU di seluruh provinsi, termasuk kawasan khusus seperti Sabang dan Batam, telah menyesuaikan harga sesuai aturan yang berlaku.
Pertamina menekankan bahwa penyesuaian harga dilakukan secara transparan dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara keberlanjutan operasional perusahaan dan kenyamanan konsumen. Dengan tetap menjaga harga subsidi, perusahaan berharap dapat menopang stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan pasokan energi yang andal dan merata.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Luiz Inácio Lula da Silva kembali menjabat presiden Brasil setelah menang telak dalam pemilu 2026 dengan 51,75% suara, mengalahkan Flavio Bolsonaro, putra mantan presiden.
26 Oktober 2026

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Singapura menegaskan kembali komitmen kontrak dan siap ambil langkah hukum atas pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, meski dampaknya terbatas di bawah 2% kebutuhan harian.
26 Oktober 2026

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Menteri Keuangan dan Menteri PANRB memastikan skema pembayaran gaji ASN tetap menggunakan sistem perbankan, menolak isu pengalihan ke Koperasi Desa Merah Putih yang masih wacana.
26 Oktober 2026

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tegaskan pasar modal nasional memiliki fundamental kuat dan mampu menentukan status global tanpa bergantung pada penilaian eksternal.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Keringanan Sanksi Pajak Berlaku Mulai Oktober 2026
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

IHSG Naik 4,9% di Akhir Pekan, Investor Asing Beli Bersih Rp1,28 Triliun
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

8 Komoditas Pangan Swasembada, Stok Beras Tembus 4,6 Juta Ton
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

