Harga Minyak Melonjak ke US$95 Pasca Eskalasi AS-Iran
Harga minyak dunia naik ke level US$95 per barel menyusul serangan saling balik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan global.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 12.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Harga minyak dunia melonjak signifikan pada perdagangan Rabu (2/9), mencapai level US$95,52 per barel untuk kontrak minyak Brent, naik 0,92 persen dari sebelumnya. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga menguat hingga US$91,02 per barel, meningkat 0,89 persen. Kenaikan ini terjadi setelah tensi geopolitik meningkat drastis akibat serangan udara AS terhadap sejumlah target di Iran pada malam sebelumnya, yang langsung dibalas oleh Iran melalui serangan balistik dan operasi pesawat nirawak.
Eskalasi konflik ini merupakan yang paling serius dalam beberapa pekan terakhir, menyusul upaya serangan terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan ancaman terhadap personel militer AS di wilayah tersebut. Komando Pusat AS mengonfirmasi serangan dilakukan sebagai respons atas tindakan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang menurut mereka telah mengancam keamanan jalur maritim strategis. IRGC menyatakan bahwa aksi tersebut akan membatasi lalu lintas di Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya menyalurkan sekitar 20 persen konsumsi minyak global.
Dalam balasan, Iran melancarkan serangan rudal balistik terhadap pangkalan militer AS di Yordania dan melakukan serangan udara berbasis drone terhadap fasilitas militer di Bahrain. Militer Yordania melaporkan berhasil menangkis 10 dari 13 rudal yang masuk wilayah udaranya. Sementara itu, pejabat AS menyatakan belum ada laporan korban dari pihak mereka, meski mengakui situasi tetap mengkhawatirkan. Kuwait juga melaporkan respons terhadap aktivitas pesawat nirawak yang dianggap mengancam.
Serangan terbaru ini terjadi sejak akhir pekan lalu dan menandai eskalasi pertama sejak Juli, sekaligus memperburuk ketegangan setelah dua kapal tanker diterjang serangan di dekat Selat Hormuz pada Senin (1/9). Ketidakpastian pasokan minyak mendorong industri energi mencari rute pengiriman alternatif, sementara data dari American Petroleum Institute menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah AS sebesar 2,6 juta barel pada pekan yang berakhir 28 Agustus, serta penurunan 265 ribu barel pada persediaan produk sulingan seperti diesel dan minyak pemanas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


