Harga Naik, Gaji Mandek: Strategi Hemat untuk Atasi Tekanan Ekonomi
Masyarakat menghadapi tekanan keuangan akibat kenaikan harga pangan tanpa kenaikan gaji signifikan, dengan upah rata-rata hanya naik 3,08% hingga Rp3,39 juta per bulan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Lonjakan harga bahan pokok terus menggerus daya beli masyarakat, seiring stagnasi pendapatan yang tidak kunjung meningkat. Data dari SP2KP Kemendag menunjukkan harga beras premium naik dari Rp15.546 menjadi Rp15.621 per kilogram, sementara harga daging ayam ras melonjak dari Rp38.408 menjadi Rp40.978 per kilogram dalam periode satu bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi upah yang tetap stagnan, dengan rata-rata gaji buruh mencapai Rp3,39 juta per bulan berdasarkan laporan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS per Mei 2026, hanya mengalami kenaikan 3,08% dibanding Februari 2026.
Dalam situasi seperti ini, para perencana keuangan menekankan pentingnya meninjau kembali pola pengeluaran secara kritis. Salah satu langkah utama adalah memangkas pengeluaran non-esensial seperti jajan makanan kekinian, aktivitas nongkrong, dan langganan layanan digital yang jarang digunakan. Menghindari belanja impulsif akibat promo atau tren juga disarankan sebagai bentuk proteksi terhadap tekanan finansial yang semakin memburuk.
Untuk mengatur keuangan secara lebih terstruktur, dianjurkan menetapkan prioritas pengeluaran berdasarkan skala kebutuhan. Pengeluaran wajib seperti cicilan KPR, listrik, dan biaya pendidikan anak harus diprioritaskan terlebih dahulu. Selanjutnya, alokasi untuk kebutuhan harian seperti makan dan transportasi bisa diatur secara proporsional. Sementara itu, pengeluaran bersifat hiburan atau kemewahan—seperti liburan atau beli gadget baru—dapat ditunda atau dikurangi frekuensinya.
Para ahli juga menekankan pentingnya membangun dana darurat sebelum mempertimbangkan investasi. Jika kondisi keuangan masih ketat, investasi sebaiknya ditunda hingga semua kebutuhan pokok terpenuhi dan dana darurat terisi. Namun, jika masih memungkinkan, tetap dilakukan dengan menyesuaikan porsi sesuai kapasitas. Tujuan utamanya tetap menjaga stabilitas keuangan jangka pendek sekaligus membangun fondasi kebebasan finansial jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


