Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hari Pos Sedunia 9 Oktober, Simbol Konektivitas Abadi

Setiap 9 Oktober, dunia memperingati Hari Pos Sedunia untuk menekankan peran vital jaringan pos dalam mendukung komunikasi, ekonomi, dan akses layanan publik global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Hari Pos Sedunia 9 Oktober, Simbol Konektivitas Abadi📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Setiap tahun pada tanggal 9 Oktober, komunitas global menyambut Hari Pos Sedunia sebagai wujud pengakuan terhadap jaringan pos sebagai fondasi konektivitas manusia. Momentum ini menyoroti fungsi jasa pos yang melampaui pengiriman surat—menjadi tulang punggung logistik, layanan keuangan, serta akses utama bagi masyarakat di daerah terpencil. Di tengah dominasi digital, layanan pos tetap menjadi tulang punggung infrastruktur publik yang tak tergantikan.

Peringatan ini bermula dari kelahiran Universal Postal Union (UPU) pada 9 Oktober 1874 di Bern, Swiss, yang kemudian menjadi badan khusus PBB pada 1948. Tahun 1969 menjadi titik penting ketika Kongres UPU di Tokyo menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Pos Sedunia secara global. Sejak saat itu, peringatan ini menjadi ajang bagi institusi pos di berbagai negara untuk memperkenalkan inovasi, menggelar pameran filateli, dan menghargai kinerja pekerja pos.

Jaringan pos global saat ini mencakup lebih dari 650.000 kantor dan menyerap tenaga kerja sekitar 5,3 juta orang. Di luar pengiriman surat dan paket, layanan ini turut menyediakan akses keuangan bagi lebih dari 1,5 miliar orang—setara dengan 28 persen populasi dewasa dunia. Di wilayah terpencil, kantor pos sering kali menjadi satu-satunya institusi pemerintah yang dapat diakses masyarakat, menjadikannya pusat layanan vital.

Tema peringatan tahun 2026, “One postal network, infinite possibilities”, menegaskan bahwa jaringan pos bukan sekadar sistem pengiriman, melainkan jaringan penghubung yang membuka peluang bagi individu, bisnis, dan komunitas. Dalam era digital, pos tidak berkurang relevansi, melainkan bertransformasi—menyesuaikan diri dengan ekonomi digital, e-commerce, dan kebutuhan logistik modern.

Hari Pos Sedunia bukan sekadar refleksi sejarah, tetapi ajakan untuk mempertahankan dan memperkuat konektivitas sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Melalui kampanye global dengan tagar #WorldPostDay dan #OnePostalNetwork, peringatan ini menegaskan bahwa meski cara berkomunikasi berubah, nilai dasar yang dibawa pos—kehadiran, keterhubungan, dan inklusi—tetap utuh dan esensial bagi kemajuan umat manusia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya