Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hashim Bahas Infrastruktur Berkelanjutan dengan Menteri PU

Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo bertemu Menteri Pekerjaan Umum untuk bahas pembangunan infrastruktur yang produktif, inklusif, dan ramah lingkungan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 18.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Hashim Bahas Infrastruktur Berkelanjutan dengan Menteri PU📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim Hashim Djojohadikusumo melakukan pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum di kantor kementerian, Jakarta, untuk membahas strategi pengembangan infrastruktur nasional yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan dengan tujuan nasional jangka panjang.

Dalam diskusi, Hashim menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian integral dari setiap proyek infrastruktur. Ia menyoroti bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan, terutama di kawasan rawan ekologis. Kedua pihak sepakat bahwa infrastruktur harus menjadi penopang ekonomi inklusif, membuka lapangan kerja, dan mendorong pengentasan kemiskinan secara signifikan.

Menteri Pekerjaan Umum menegaskan komitmen kementerian untuk menerapkan prinsip infrastruktur hijau dalam setiap tahapan proyek. Hal ini sejalan dengan target strategis PU608, yang menetapkan ICOR di bawah 6, pertumbuhan ekonomi mencapai 8%, serta pencapaian pengentasan kemiskinan hingga nol persen. Penerapan prinsip efisiensi dan keberlanjutan menjadi fondasi utama dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.

Pemerintah menekankan bahwa setiap proyek infrastruktur harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tidak hanya dalam hal konektivitas, tetapi juga dalam penguatan produktivitas dan kesejahteraan sosial. Dengan pendekatan holistik, pembangunan infrastruktur diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya