Hilirisasi Mineral Perkuat Ekonomi Nasional
Peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi pertambangan diharapkan tingkatkan manfaat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 18.42 WITA·👁 8 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pengembangan industri pengolahan mineral menjadi kunci strategis dalam meningkatkan nilai ekonomi dari komoditas alam yang dimiliki Indonesia. Menurut akademisi dari Universitas Hasanuddin, transformasi dari ekstraksi mentah ke proses pengolahan dalam negeri mampu menghasilkan nilai lebih tinggi dan memperluas dampak ekonomi di berbagai sektor. Komoditas strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, emas, dan timah memiliki potensi besar untuk menjadi basis industri manufaktur yang berkelanjutan.
Proses hilirisasi tidak hanya menaikkan nilai jual komoditas, tetapi juga menciptakan keterkaitan antara sektor pertambangan dengan industri pengolahan dan manufaktur. Dengan demikian, manfaat sumber daya alam dapat menyebar lebih luas, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal hingga nasional. Pemahaman yang menyeluruh terhadap potensi ekonomi pertambangan penting untuk menghindari narasi yang sempit dan sepihak.
Namun, di tengah upaya optimalisasi ekonomi, penting untuk tidak mengabaikan aspek lingkungan dan sosial. Kegiatan pertambangan harus dijalankan secara bertanggung jawab, dengan memastikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Tanggung jawab lingkungan dan manfaat sosial bagi masyarakat harus menjadi bagian integral dari setiap kebijakan pengelolaan sumber daya mineral.
Peningkatan nilai tambah dari mineral juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi nasional secara menyeluruh. Dengan membangun kapasitas industri dalam negeri, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan memperkuat kedaulatan ekonomi. Edukasi publik yang akurat dan kontekstual mengenai pertambangan menjadi langkah penting agar masyarakat memahami manfaat serta tantangan yang melekat pada sektor ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uji Lapangan HD785-7 Hybrid EREV Dimulai di Pertambangan Indonesia
Uji lapangan alat berat hybrid EREV Komatsu dilakukan di lokasi pertambangan milik anak usaha United Tractors untuk mengukur efisiensi dan kinerja teknologi elektrifikasi.
24 Oktober 2026

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

