Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Home Credit Jaga Kualitas Kredit di Tengah Permintaan Layanan Cepat

Perusahaan tetap menerapkan prinsip pembiayaan bertanggung jawab meski permintaan layanan digital meningkat, dengan NPF net 0,47% hingga Juni 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 07.37 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 8x dibuka
Home Credit Jaga Kualitas Kredit di Tengah Permintaan Layanan Cepat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Home Credit Indonesia menegaskan komitmen menjaga kualitas pembiayaan di tengah dinamika industri yang semakin kompetitif. Dalam kehadirannya di berbagai wilayah Indonesia, perusahaan tidak hanya fokus pada ekspansi layanan, tetapi juga pada keberlanjutan dan kehati-hatian dalam menyalurkan kredit. Menurut pernyataan eksekutif perusahaan, pertumbuhan bisnis tidak boleh mengorbankan prinsip kehati-hatian, terutama dalam menilai kemampuan bayar calon pelanggan.

Proses pembiayaan yang telah sepenuhnya digital sejak sebelum pandemi tetap melibatkan evaluasi tatap muka di toko mitra. Sebanyak 6.000 agen penjualan mendukung operasional di lebih dari 23.000 titik mitra tersebar di 270 kota dan kabupaten. Meski pengajuan awal dilakukan lewat aplikasi My Home Credit, keputusan akhir tentang penawaran produk dan limit kredit tetap melibatkan penilaian lanjutan berdasarkan lokasi toko, jenis produk, dan profil risiko pelanggan.

Penerapan pendekatan hybrid ini dirancang untuk memastikan setiap keputusan kredit tetap berbasis data dan kesehatan finansial pelanggan. Jika ditemukan indikasi kewajiban finansial yang sudah mendekati batas kemampuan bayar, Home Credit akan menyesuaikan penawaran produk atau limit kredit. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mencegah overindebtedness dan menjaga kualitas portofolio secara keseluruhan.

Hingga semester pertama 2026, tingkat Non-performing Finance (NPF) net perusahaan berada di angka 0,47%, jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator sebesar 5%. Angka ini menjadi bukti bahwa model bisnis berbasis pendekatan berimbang antara teknologi dan interaksi langsung tetap efektif dalam menjaga stabilitas keuangan.

Ke depan, Home Credit berencana terus mengevaluasi inovasi layanan agar tetap responsif terhadap perubahan perilaku konsumen. Namun, prinsip *prudent responsible lending* tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pengembangan strategi, baik dalam ekspansi wilayah maupun penerapan teknologi baru.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya