Home Credit Jaga Kualitas Kredit di Tengah Permintaan Layanan Cepat
Perusahaan tetap menerapkan prinsip pembiayaan bertanggung jawab meski permintaan layanan digital meningkat, dengan NPF net 0,47% hingga Juni 2026.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 07.37 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 8x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Home Credit Indonesia menegaskan komitmen menjaga kualitas pembiayaan di tengah dinamika industri yang semakin kompetitif. Dalam kehadirannya di berbagai wilayah Indonesia, perusahaan tidak hanya fokus pada ekspansi layanan, tetapi juga pada keberlanjutan dan kehati-hatian dalam menyalurkan kredit. Menurut pernyataan eksekutif perusahaan, pertumbuhan bisnis tidak boleh mengorbankan prinsip kehati-hatian, terutama dalam menilai kemampuan bayar calon pelanggan.
Proses pembiayaan yang telah sepenuhnya digital sejak sebelum pandemi tetap melibatkan evaluasi tatap muka di toko mitra. Sebanyak 6.000 agen penjualan mendukung operasional di lebih dari 23.000 titik mitra tersebar di 270 kota dan kabupaten. Meski pengajuan awal dilakukan lewat aplikasi My Home Credit, keputusan akhir tentang penawaran produk dan limit kredit tetap melibatkan penilaian lanjutan berdasarkan lokasi toko, jenis produk, dan profil risiko pelanggan.
Penerapan pendekatan hybrid ini dirancang untuk memastikan setiap keputusan kredit tetap berbasis data dan kesehatan finansial pelanggan. Jika ditemukan indikasi kewajiban finansial yang sudah mendekati batas kemampuan bayar, Home Credit akan menyesuaikan penawaran produk atau limit kredit. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mencegah overindebtedness dan menjaga kualitas portofolio secara keseluruhan.
Hingga semester pertama 2026, tingkat Non-performing Finance (NPF) net perusahaan berada di angka 0,47%, jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator sebesar 5%. Angka ini menjadi bukti bahwa model bisnis berbasis pendekatan berimbang antara teknologi dan interaksi langsung tetap efektif dalam menjaga stabilitas keuangan.
Ke depan, Home Credit berencana terus mengevaluasi inovasi layanan agar tetap responsif terhadap perubahan perilaku konsumen. Namun, prinsip *prudent responsible lending* tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pengembangan strategi, baik dalam ekspansi wilayah maupun penerapan teknologi baru.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


