Honda-Nissan Perkuat Kolaborasi Teknologi Kendaraan Cerdas
Kedua produsen otomotif Jepang sepakat kembangkan sistem kontrol elektronik dan perangkat lunak bersama mulai 2029 demi efisiensi dan daya saing global.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 15.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Honda dan Nissan mengumumkan langkah strategis baru dalam kerja sama teknologi dengan fokus pada pengembangan electronic control units (ECU) inti serta sistem perangkat lunak kendaraan secara bersama. Tujuan utamanya adalah menciptakan arsitektur standar yang mencakup sistem operasi, middleware, dan kontrol kendaraan, dengan target implementasi pada produk generasi terbaru mulai tahun fiskal 2029. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat inovasi sekaligus menekan biaya pengembangan sistem yang kompleks, termasuk untuk fitur seperti asisten pengemudi, konektivitas, dan pembaruan perangkat lunak secara remote (OTA).
Kemitraan ini muncul sebagai respons terhadap dominasi produsen otomotif asal Tiongkok, terutama BYD, yang semakin kuat di pasar Eropa dan Asia Tenggara melalui kendaraan listrik dan hibrida berbasis teknologi canggih. Dengan menggabungkan kapasitas pengembangan, kedua perusahaan berharap dapat menjaga posisi kompetitif di tengah dinamika industri yang semakin intensif. Proyek ini merupakan lanjutan dari penjajakan riset platform perangkat lunak generasi baru yang telah dimulai sejak 2024, setelah sebelumnya membatalkan rencana merger yang sempat digodok untuk membentuk raksasa otomotif global.
Kerja sama ini juga terbuka bagi mitra aliansi Nissan, yakni Mitsubishi Motors, yang saat ini tengah meninjau kemungkinan bergabung. Meski belum ada keputusan final, diskusi dalam ranah teknologi kendaraan cerdas masih berlangsung aktif. Dalam konteks lebih luas, perangkat lunak dan komputer terintegrasi yang dikembangkan bersama berpotensi digunakan pada seluruh jajaran kendaraan listrik yang akan diluncurkan kedua merek di masa depan.
Kendati belum membuka detail teknis, sumber dari Honda menyatakan bahwa perusahaan sedang membahas potensi kolaborasi dengan Nissan dan Mitsubishi dalam kerangka strategis, tanpa menyatakan keputusan final. Sementara itu, juru bicara Nissan menegaskan bahwa pihaknya masih dalam tahap menjajaki berbagai opsi dan akan mengumumkan perkembangan lebih lanjut di waktu yang tepat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


