Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Houthi Lancarkan Serangan Balasan ke Abha

Kelompok Houthi menyerang Bandara Abha Saudi dengan rudal dan drone sebagai balasan atas serangan ke Sanaa, sementara koalisi Saudi klaim berhasil menggagalkan semua serangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.06 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Houthi Lancarkan Serangan Balasan ke Abha📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Pada Senin, 13 Juli 2026, kelompok perlawanan Houthi Yaman mengumumkan telah melancarkan serangan balasan terhadap Bandara Internasional Abha di wilayah barat daya Arab Saudi. Serangan tersebut melibatkan sejumlah rudal balistik dan pesawat nirawak, menurut pernyataan resmi yang disiarkan melalui saluran Al-Masirah milik Houthi. Juru bicara militer mereka, Yahya Sarea, menyatakan bahwa operasi tersebut berhasil mencapai sasaran tanpa merinci kerusakan atau korban jiwa yang timbul akibat serangan.

Sarea menekankan bahwa tindakan ini merupakan respons atas serangan sebelumnya yang dilakukan oleh otoritas Riyadh terhadap Bandara Internasional Sanaa. Ia menyerukan kepada seluruh maskapai penerbangan untuk menghindari rute udara di atas wilayah Saudi, terutama selama larangan penerbangan menuju dan dari Sanaa diberlakukan. Ia juga menegaskan bahwa Houthi akan terus mengambil langkah tegas untuk mengakhiri blokade udara yang mengekang akses ke ibu kota Yaman.

Di sisi lain, otoritas koalisi pimpinan Arab Saudi melalui Juru Bicara Mayor Jenderal Turki Al-Maliki menyatakan bahwa sistem pertahanan udara kerajaan berhasil mencegat semua rudal dan drone yang ditembakkan. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Mohamed Albudaiwi, mengutuk tindakan Houthi sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan hukum humaniter.

Insiden ini terjadi dalam konteks ketegangan memanas pasca kedatangan pesawat penumpang Iran yang membawa delegasi senior Houthi dari Teheran menuju Sanaa. Otoritas Yaman yang diakui secara internasional menuding Iran melanggar kedaulatan negara dengan mengoperasikan penerbangan langsung ke wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk dugaan pengangkutan personel militer dan tenaga ahli—tuduhan yang dibantah oleh kelompok Houthi.

Saat pesawat Iran mendekati Sanaa, landasan pacu bandara ibu kota diserang, menyebabkan pesawat dialihkan ke Bandara Hodeidah di pesisir Laut Merah. Houthi menyalahkan serangan tersebut pada pesawat tempur Riyadh, sementara pemerintah Yaman menyatakan bahwa serangan dilakukan untuk mencegah pendaratan. Hingga saat ini, Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Yaman tetap berada dalam kondisi konflik sejak 2014, ketika Houthi merebut kendali atas Sanaa, memicu intervensi militer koalisi Saudi yang berlangsung sejak 2015.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya