Hyundai Siap Luncurkan 100 Model Baru hingga 2030
Hyundai berencana meluncurkan lebih dari seratus model baru hingga 2030 untuk tingkatkan pangsa pasar dan capai target penjualan 5,55 juta unit global.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Hyundai Motor Company mengumumkan rencana ekspansi produk massif dengan siap meluncurkan lebih dari 100 model baru di pasar global dalam periode hingga tahun 2030. Langkah strategis ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju masa depan mobilitas berkelanjutan, sekaligus mendukung ambisi peningkatan profitabilitas dan pencapaian target penjualan tahunan sebesar 5,55 juta unit kendaraan. Rencana peluncuran ini disusun secara komprehensif, dengan alokasi model disesuaikan berdasarkan preferensi pasar tiap wilayah utama.
Amerika Utara menjadi pasar terbesar dengan 58 model baru, diikuti Korea Selatan dengan 49, Eropa 41, India 26, dan China sebanyak 22 model. Peluncuran berbagai varian terbaru mencakup generasi terbaru Elantra, Ioniq 3, serta versi hybrid dari Tucson. Di India, Hyundai akan meluncurkan SUV segmen A listrik, sementara untuk pasar global, varian SUV segmen B juga akan hadir. Selain itu, perusahaan memperluas jangkauan produk ke segmen body-on-frame seperti pikap menengah dan kendaraan komersial ringan.
Inovasi teknologi menjadi fondasi utama dari strategi baru ini, termasuk peluncuran sistem Extended-Range Electric Vehicle (EREV) pertama kali melalui Santa Fe EREV yang akan diluncurkan awal 2027. Kendaraan tersebut menawarkan jarak tempuh hingga melebihi 965 kilometer, menandai kemajuan signifikan dalam efisiensi energi. Lini kendaraan performa tinggi N juga ditargetkan mencapai penjualan 100 ribu unit per tahun, sebagai bagian dari komitmen Hyundai dalam memperkuat posisi di segmen premium.
Untuk mendukung ekspansi produk, Hyundai akan meningkatkan kapasitas produksi global hingga 1,27 juta unit per tahun. Investasi besar dialokasikan untuk pembangunan pabrik kendaraan listrik di Ulsan, serta ekspansi kapasitas lokal di Amerika Utara, India, dan fasilitas perakitan komponen (CKD). Presiden dan CEO Hyundai Motor Company, Jose Munoz, menegaskan bahwa fondasi keuangan perusahaan kini paling kuat dalam sejarah, memungkinkan transformasi menuju perusahaan AI fisik yang memproduksi robot dan taksi otonom.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


