IHSG Melemah 1,06% di Sesi I, Tekanan Global dan Kebijakan BI Jadi Faktor
Indeks Harga Saham Gabungan turun 67,8 poin ke level 6.307,11 pada sesi perdagangan pertama Kamis, dipengaruhi tekanan imbal hasil obligasi AS dan kebijakan moneter BI yang tetap stabil.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 15.30 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tekanan berat pada sesi perdagangan pertama hari ini, Kamis, 24 September 2026, dengan penutupan sementara di posisi 6.307,11, melemah 67,8 poin atau 1,06% dari penutupan sebelumnya. Pergerakan indeks dimulai dengan penurunan tipis di level 6.364,98, lalu bergerak menurun secara bertahap hingga menyentuh level terendah harian di 6.304,01. Meski sempat terjadi kenaikan singkat di pertengahan sesi, momentum tersebut gagal menstabilkan arah pelemahan. Rentang gerak IHSG sepanjang sesi mencapai sekitar 65 poin, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi di tengah ketidakpastian pasar.
Dari sisi sektor, hanya 184 saham yang menguat, sementara 472 saham mengalami penurunan, dan 307 saham tidak mengalami perubahan harga. Aktivitas perdagangan mencatat volume sekitar 16,32 miliar saham atau 163,19 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp5,32 triliun. Kondisi ini menggambarkan dominasi sentimen negatif yang mendominasi pasar saham domestik. Pergerakan indeks berlangsung dalam suasana hati hati, terutama menyusul keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 22–23 September 2026.
Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar, di mana delapan dari 11 lembaga yang disurvei oleh CNBC Indonesia memperkirakan tidak ada perubahan. BI telah menahan suku bunga selama tiga rapat berturut-turut sejak Juli 2026, setelah kenaikan bertahap dari 4,75% menjadi 5,75% dalam periode Mei–Juni. Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa kebijakan moneter tetap fokus pada stabilitas inflasi dan keseimbangan eksternal, meskipun tekanan ekonomi global terus mengintai.
Di kancah global, imbal hasil obligasi pemerintah AS menunjukkan lonjakan signifikan, khususnya pada tenor 10 tahun yang mencapai 5,11%, level tertinggi sejak 2007. Kenaikan ini didorong oleh data ekonomi AS yang kuat, termasuk aktivitas bisnis yang tumbuh pesat dan kenaikan harga input akibat lonjakan energi. Yield Treasury 2 tahun melonjak ke 4,9%, tertinggi sejak 2024, sementara yield 5 tahun melampaui angka 5% untuk pertama kalinya sejak 2007. Kenaikan imbal hasil ini berpotensi memperkuat dolar AS dan meningkatkan biaya pinjaman global, termasuk bagi Indonesia yang tergantung pada pembiayaan utang luar negeri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
PT Vaksindo Satwa Nusantara sukses mengekspor vaksin hewan senilai Rp1,9 miliar ke empat negara Afrika sebagai langkah ekspansi pasar pertama di benua tersebut.
24 September 2026

Anggaran Kemenhub 2027 Rp32,9 Triliun, Laut Terbesar
Ditjen Perhubungan Laut menjadi penerima anggaran terbesar di Kemenhub dengan Rp10,49 triliun, menyesuaikan prioritas peningkatan keselamatan dan konektivitas maritim.
24 September 2026

Anggaran 2027 Basarnas Belum Cukup, Kekurangan Rp2,29 Triliun
Basarnas mengalokasikan anggaran Rp1,56 triliun untuk 2027, masih kurang Rp2,29 triliun dari kebutuhan sebenarnya, terutama untuk sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan.
24 September 2026

Pemerintah Masih Rancang Desain Program Rekening Gratis
Pemerintah belum menentukan anggaran detail dan desain pelaksanaan program pembukaan rekening gratis dengan saldo awal Rp50 ribu untuk masyarakat.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

