Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah di Sesi I, Sektor Keuangan Tekan Indeks

Indeks saham turun 0,35% ke level 6.439,74 seiring pelemahan sektor keuangan dan koreksi harga minyak global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 15.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Melemah di Sesi I, Sektor Keuangan Tekan Indeks📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan pada sesi pertama perdagangan Jumat (18/9/2026), setelah sempat menguat di awal sesi. Pada penutupan perdagangan siang ini, IHSG berada di level 6.439,74, melemah 22,69 poin dari posisi sebelumnya. Pergerakan indeks sempat menyentuh titik tertinggi 6.521 dan terendah 6.433 sepanjang hari, mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi. Volume perdagangan mencapai 14,4 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 7,5 triliun.

Dari sisi sektor, kesehatan menjadi penekan utama dengan penurunan 1,5%, disusul keuangan yang turun 1,4% dan real estate minus 0,9%. Beberapa emiten utama di sektor perbankan menjadi pemberat utama, termasuk PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN). Di sisi lain, saham-saham seperti PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menjadi penopang koreksi indeks.

Pergerakan pasar domestik dipengaruhi oleh dinamika eksternal yang menekan aset berisiko. Harga minyak mentah dunia kembali terkoreksi, dengan minyak Brent turun 1% ke posisi US$104,82 per barel dan WTI ke US$101,91 per barel. Meski demikian, harga tetap berada di atas US$100 per barel akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran terus memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi, terutama melalui Selat Hormuz. Jumlah kapal komersial yang melintas menurun drastis menjadi hanya tiga unit pada Rabu, jauh di bawah rata-rata 17 kapal per hari.

Di pasar global, Wall Street menunjukkan penguatan pada Kamis, dengan Dow Jones naik 0,61%, S&P 500 melonjak 1,14%, dan Nasdaq Composite menguat 1,69%. Penguatan ini didorong oleh penurunan imbal hasil obligasi AS dan koreksi harga minyak. Sementara itu, data klaim tunjangan pengangguran AS turun ke 196.000, lebih rendah dari ekspektasi 208.000, menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja AS. Hal ini menjadi pertimbangan bagi The Fed dalam menentukan kebijakan moneter. Di Eropa, Bank of England mempertahankan suku bunga di level 3,75% meski inflasi Inggris naik ke 3,1% pada Agustus, sementara pasar Asia menanti keputusan suku bunga Bank of Japan yang diperkirakan menaikkan 25 basis poin menjadi 1,25%.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya