IHSG Melesat ke 6.036, Didorong Kenaikan Sektor Energi dan Teknologi
Indeks Harga Saham Gabungan naik 0,46% menjadi 6.036,89 pada penutupan perdagangan Jumat (2/10/2026), didukung kenaikan sejumlah saham unggulan dan aktivitas pasar yang kuat.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat pada level 6.036,89 pada akhir perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, menunjukkan kenaikan sebesar 0,46% atau 27,38 poin dari posisi sebelumnya. Pergerakan indeks dimulai di level 6.018,08 dan sempat mencapai puncak harian di 6.053,23 sebelum mengalami tekanan jual yang menekan level terendah di 5.979,98 sebelum akhirnya kembali pulih ke posisi akhir yang lebih tinggi.
Dari sisi sektor, kinerja energi, konsumer primer, teknologi, dan keuangan menjadi pendorong utama penguatan IHSG. Dari 800 saham yang diperdagangkan, sebanyak 319 menguat, 134 stagnan, dan 337 lainnya melemah. Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 121,54 miliar saham, nilai transaksi senilai Rp 12,26 triliun, serta sebanyak 1,62 juta kali transaksi terjadi.
Saham-saham unggulan yang turut mendukung kenaikan meliputi Bank Central Asia (BBCA), DCI Indonesia (DCII), Astra International (ASII), GOTO Gojek Tokopedia (GOTO), dan Buni Resources Minerals (BRMS). Kenaikan tersebut mencerminkan optimisme pasar terhadap kinerja emiten di sektor strategis dan respons positif terhadap sentimen ekonomi domestik.
Pasar dalam negeri masih mengamati berbagai isu penting, termasuk proses reshuffle kabinet, pelantikan wakil presiden, implementasi mekanisme short selling, serta data ekonomi kunci seperti manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi. Di sisi global, pergerakan pasar dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik, fluktuasi harga minyak, serta rilis data ekonomi dari AS, Zona Euro, dan Jepang, terutama data ketenagakerjaan dan non-farm payrolls yang berpotensi menentukan arah pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Kaji Pembebasan PPN untuk Outsourcing di Industri Tekstil
Pemerintah mempertimbangkan pembebasan PPN atas jasa outsourcing guna mendukung daya saing industri tekstil yang bergantung pada fluktuasi permintaan ekspor.
2 Oktober 2026

Reshuffle Kabinet Dorong Stabilitas Kebijakan Ekonomi
Pergantian menteri di kabinet Merah Putih menekankan pentingnya kelanjutan kebijakan ekonomi, kepastian regulasi, dan koordinasi antarinstansi bagi dunia usaha.
2 Oktober 2026

GOTO Jelaskan Teknikal Penyebab Volatilitas Saham
GOTO menegaskan fluktuasi harga saham disebabkan faktor teknis setelah tereliminasi dari indeks global, bukan kinerja bisnis, seiring perubahan aturan floor price dan rencana korporasi.
2 Oktober 2026

Merger Asuransi BUMN Rampung Akhir Tahun
Konsolidasi asuransi BUMN akan selesai akhir 2026 dengan penggabungan 15 perusahaan menjadi tiga entitas utama berbasis spesialisasi.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center Wajib Sesuaikan Ketersediaan Air dan Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA

Menteri Perindustrian Baru Diminta Perkuat Daya Saing dan Industri Padat Karya
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA

Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom, Fokus Atasi Dampak Algoritma pada Komunikasi Pemerintah
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Indonesia Jajaki Kerja Sama AS untuk Kembangkan Hidrogen Bersih
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres dan Ganti Kepala Bakom
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Kemenhub Pertimbangkan Kapal Khusus Angkut Mobil Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.868, Dolar AS Terkoreksi di Tengah Antisipasi Data NFP
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Repo Surat Utang SMI Capai Rp60 Miliar dalam Dua Hari
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

