IHSG Menguat di Sesi I, Tembus 6.484
Indeks saham nasional berakhir menguat 0,36% pada level 6.484, dipengaruhi kenaikan harga minyak global dan sentimen kebijakan moneter AS.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 15.34 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan pada perdagangan hari ini, menutup sesi pertama di level 6.484,10. Kenaikan sebesar 22,94 poin atau 0,36% terjadi setelah sebelumnya berada di posisi 6.461,15. Pergerakan indeks dimulai dari level 6.453,91, kemudian sempat turun hingga menyentuh titik terendah 6.445,24 sebelum berbalik naik secara signifikan. Puncak kenaikan terjadi saat IHSG menyentuh level tertinggi 6.535,46, sebelum kembali mengalami koreksi menjelang penutupan sesi siang.
Pergerakan dinamis ini didukung oleh kenaikan sebanyak 316 saham yang menguat, sementara 285 saham melemah dan 362 lainnya stagnan. Volume perdagangan mencapai 136,23 juta lot dengan nilai transaksi senilai Rp6,24 triliun, didominasi oleh transaksi pasar reguler sebesar 125,77 juta lot dan nilai Rp5,69 triliun. Transaksi pasar negosiasi tercatat sebesar 10,46 juta lot dengan nilai Rp551,02 miliar, sementara pasar tunai tetap minim dengan volume hanya 36 lot dan nilai Rp15,56 juta.
Kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor pendorong sentimen pasar, dengan minyak Brent naik hampir 3% ke level US$108,75 per barel dan WTI melonjak lebih dari 4% menjadi US$105,83 per barel. Kenaikan ini dipicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak, khususnya dari Arab Saudi. Lonjakan harga energi turut mendorong kenaikan yield obligasi global, dengan yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,041% sebelum menutup di 4,966%.
Pasar kini menantikan keputusan kebijakan suku bunga dari Federal Reserve yang akan diumumkan pada Kamis (17/9/2026) pukul 01.00 WIB. Pasar memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00% dengan probabilitas mencapai 92,4% menurut data CME FedWatch. Pergerakan IHSG hari ini mencerminkan antisipasi investor terhadap sinyal kebijakan moneter global yang berpotensi memengaruhi arah likuiditas dan return aset di pasar modal dalam waktu dekat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kenaikan Harga Minyak Akibat Gangguan Ekspor Saudi dan Libya
Harga minyak dunia melonjak pada Selasa (15/9/2026) akibat gangguan ekspor dari Arab Saudi dan Libya, ditambah serangan terhadap infrastruktur energi, memicu kekhawatiran pasokan global.
16 September 2026

Usulan Batalkan Rotasi Pegawai Dikabulkan Setelah Kritik Internal
Dirjen Pajak meminta pembatalan mutasi besar-besaran yang dilakukan era Purbaya karena nama-nama tak melalui proses assessment secara transparan.
16 September 2026

Asing Lanjutkan Aksi Jual, Mandiri Pimpin Penurunan IHSG
Investor asing terus menjual saham di BEI, dengan Bank Mandiri jadi yang paling banyak dilepas, turunkan IHSG ke level 6.461,15 dalam lima hari berturut-turut di zona merah.
16 September 2026

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Melemah di Rp17.675
Rupiah menunjukkan penguatan tipis ke level Rp17.675 per dolar AS, mengakhiri empat hari pelemahan beruntun, sementara dolar AS melemah seiring antisipasi keputusan suku bunga The Fed.
16 September 2026
Berita Lainnya

Oppo Siap Luncurkan Find X10 Series dengan Teknologi Kamera dan Baterai Terbaru
Rabu, 16 September 2026, 19.39 WITA

Uni Eropa Usulkan Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 15 Tahun
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Siapkan Aturan Baru Kendalikan Penggunaan BBM Subsidi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Prabowo Tegaskan Danantara Dukung Perluasan LRT Jakarta
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Indonesia Perkuat Daya Saing untuk Tarik Investasi Teknologi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Bantah Potong RKAB Vale, Sebut Permintaan Tambahan dari Perusahaan
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Toyota Siapkan BEV Entry-Level, Studi Masih Berjalan
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Toyota Konfirmasi bZ4X Lokal Capai TKDN 40%
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA


