IHSG Naik 0,42% di Tengah Tekanan Global
Indeks saham domestik menguat tipis 0,42% menjadi 6.463,61 meski menghadapi tekanan dari kenaikan suku bunga AS dan ketegangan geopolitik.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan pada perdagangan Kamis (17/9/2026), menutup sesi pertama di level 6.463,61, naik 0,42% dari posisi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan sentimen global yang memburuk akibat keputusan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, menempatkan kisaran suku bunga di 3,75%-4%. Meski sempat bergerak antara 6.418 hingga 6.500, IHSG mampu menahan tekanan dan berakhir di zona positif.
Dari sisi sektor, kinerja pasar didominasi oleh empat sektor utama yang menguat, yakni energi, konsumer, finansial, dan perdagangan, sementara sektor kesehatan, properti, dan barang baku mengalami penurunan. Pergerakan positif didukung oleh kinerja emiten utama seperti BMRI, BYAN, DSSA, BBRI, dan CUAN, yang menjadi penopang utama penguatan indeks. Total nilai transaksi mencapai Rp 7,88 triliun dengan volume perdagangan mencapai 16,90 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,12 juta kali.
Di sisi makroekonomi global, kenaikan suku bunga AS memicu lonjakan nilai dolar AS hingga level 100,252, tertinggi sejak 12 Agustus 2026, sementara imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun melonjak ke 5,004%, level tertinggi sejak Juli 2007. Kondisi ini menambah tekanan terhadap aset berdenominasi rupiah dan mendorong aliran modal ke instrumen berbasis dolar AS. Di samping itu, konflik di Timur Tengah yang memburuk, terutama terkait kendali kelompok Houthi di sekitar Selat Bab el-Mandeb, menambah ketegangan geopolitik dan risiko gangguan pasokan minyak global.
Pasar juga memperhatikan perbedaan sikap antara The Fed dan Presiden AS Donald Trump, yang mendesak penurunan suku bunga hingga di bawah 1%. Ketidakselarasan kebijakan ini menambah ketidakpastian pasar mengenai arah kebijakan moneter global. Di dalam negeri, investor akan memantau implementasi PPh untuk pedagang online melalui marketplace yang akan berlaku mulai 1 Oktober 2026, serta langkah OJK terhadap emiten yang melanggar aturan pasar modal. Data ekonomi global seperti klaim pengangguran AS, inflasi Zona Euro Agustus, dan keputusan suku bunga Bank of England juga menjadi rujukan penting.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

The Fed Naikkan Suku Bunga, Thaci Divonis 25 Tahun
The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis points, sementara mantan presiden Kosovo divonis 25 tahun penjara karena kejahatan perang.
17 September 2026

Prabowo Ungkap Koruptor di Balik Aksi Ricuh
Presiden Prabowo mengungkap adanya koruptor sebagai aktor intelektual di balik aksi demonstrasi yang berujung kericuhan, termasuk praktik under invoicing yang merugikan negara hingga Rp15.000 triliun selama 34 tahun.
17 September 2026

Anggaran Kemnaker 2027 Rp6,57 T, Menaker Usulkan Tambahan Rp8,36 T
Pagu anggaran Kemnaker 2027 ditetapkan Rp6,57 triliun, namun Menaker tetap mengusulkan tambahan Rp8,36 triliun untuk mendukung program ketenagakerjaan prioritas.
17 September 2026

Komisi XI Janji Awasi Kinerja Menkeu Baru Secara Ketat
Komisi XI DPR RI menegaskan akan melakukan pengawasan mendalam terhadap pelaksanaan kebijakan fiskal Menteri Keuangan baru guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
17 September 2026
Berita Lainnya

SSB UHO Latihan Berdasarkan Kelompok Umur
Kamis, 17 September 2026, 17.19 WITA

Tangki Kosong, Risiko Serius bagi Sistem Kendaraan
Kamis, 17 September 2026, 15.44 WITA

Gemini Bantu Ingat Lokasi Barang Lewat Fitur Baru
Kamis, 17 September 2026, 15.37 WITA

Komdigi Tegur 25 Platform Tak Daftar PSE, Termasuk Whoosh dan Susi Air
Kamis, 17 September 2026, 15.36 WITA

PSEL Bogor Raya 1 Resmi Diluncurkan, Tampung 500 Ribu Ton Sampah Tahunan
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Pusat Perikanan Berkelas Internasional
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

Prabowo Tegaskan Penindakan Ribuan Tambang Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 15.34 WITA

Trump Rencanakan Pertemuan Strategis dengan Pemimpin Teluk di New York
Kamis, 17 September 2026, 15.34 WITA


