Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Naik di Tengah Ketegangan Global dan Data Ekonomi Kritis

IHSG menguat 0,56% ke level 6.632,83, didorong sentimen domestik dan kenaikan yield global yang memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 10.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Naik di Tengah Ketegangan Global dan Data Ekonomi Kritis
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan pada perdagangan Kamis, bergerak ke posisi 6.632,83 setelah dibuka menguat 37,05 poin atau 0,56%. Kenaikan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah, khususnya menyusul serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di Yordania pasca-serangan udara AS terhadap fasilitas militer Korps Garda Revolusi Islam. Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas jalur perdagangan energi melalui Selat Hormuz, yang berdampak pada volatilitas pasar global.

Di sisi lain, pasar global memperhatikan tren kenaikan yield obligasi pemerintah di berbagai negara, yang menunjukkan kecenderungan suku bunga tetap tinggi dalam jangka panjang. Data ekonomi AS yang beragam turut menentukan sentimen investor. ADP Employment Change menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta hanya 38.000 pada Agustus 2026, jauh di bawah ekspektasi 47.000, sementara pesanan barang manufaktur meningkat 0,9% pada Juli 2026, melampaui perkiraan. Kombinasi data ini memperkuat antisipasi kebijakan The Fed yang akan dipengaruhi oleh rilis Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat.

Dalam negeri, pemerintah dan Komisi XI DPR telah menyetujui asumsi dasar RAPBN 2027, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0%, inflasi 2,5%, nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS, dan yield SBN tenor 10 tahun 6,9%. Target ini menunjukkan upaya akselerasi pertumbuhan dari level sebelumnya, meski pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 hanya mencapai 5,29%, melambat dari 5,61% pada kuartal I. Untuk mencapai target, diperlukan peningkatan investasi produktif, peningkatan kapasitas produksi, dan peran aktif sektor swasta.

Bursa global menunjukkan pergerakan berbeda. Eropa melemah secara kompak, dengan Euro Stoxx 50 turun 0,10% dan DAX Jerman melemah 0,50%. Sementara Wall Street menguat, dengan S&P 500 naik 0,46% dan Dow Jones menguat 0,56%. Di Asia, pasar regional juga menunjukkan kenaikan, termasuk Nikkei yang menguat 0,08%, Kospi 0,92%, dan Hang Seng 0,56%. Pergerakan ini mencerminkan kembali perhatian investor terhadap sentimen ekonomi makro dan kebijakan moneter global yang akan menentukan arah pasar ke depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya