Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Proyeksi Akhir Tahun Tembus 7.500 Jika Fundamental Kuat

Mandiri Sekuritas memperkirakan IHSG akhir 2026 berada di level 6.800, dengan potensi mencapai 7.500 jika risiko pasar menurun dan arus modal asing pulih.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 18.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Proyeksi Akhir Tahun Tembus 7.500 Jika Fundamental Kuat
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Mandiri Sekuritas mengungkapkan proyeksi indeks pasar modal Indonesia pada akhir tahun 2026 berada di kisaran 6.800, dengan skenario optimistis yang memungkinkan penembusan level 7.500. Proyeksi ini didasarkan pada kondisi fundamental emiten yang tetap kuat, pertumbuhan laba yang terjaga, serta prospek pemulihan aliran dana asing di paruh kedua tahun ini. Kresna Hutabarat, kepala riset ekuitas perusahaan, menegaskan bahwa sentimen pasar dan arus modal menjadi faktor utama tekanan di semester pertama 2026, bukan pelemahan dasar ekonomi perusahaan.

Kinerja emiten utama pada semester I-2026 menunjukkan pertumbuhan laba positif, bahkan mencapai angka dua digit, yang menjadi dasar keyakinan terhadap prospek pasar saham. Penurunan IHSG justru terjadi di tengah kinerja operasional yang stabil, menunjukkan bahwa volatilitas lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dibanding fundamental. Data menunjukkan arus dana asing yang keluar mulai melambat pada Juli dan Agustus, meskipun secara kumulatif tahun ini masih tercatat sebagai net outflow besar.

Stabilisasi nilai tukar rupiah dan respons kebijakan moneter serta fiskal yang sesuai ekspektasi pasar menjadi penopang sentimen positif. Selain itu, tren imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun yang cenderung stabil turut memengaruhi valuasi saham, dengan harapan penurunan risk-free rate. Dengan kondisi tersebut, Mandiri Sekuritas memperkirakan terjadi re-rating valuasi di pasar saham, terutama jika premium risiko ekuitas membaik secara signifikan.

Sektor yang diproyeksikan menjadi pendorong utama kenaikan indeks mencakup emas, tembaga, nikel, minyak dan gas, kesehatan, tembakau, telekomunikasi, serta sektor keuangan. Pertumbuhan laba emiten pada semester I-2026 tercatat sekitar 12%, dengan distribusi yang lebih merata di berbagai sektor, bukan hanya sektor perbankan. Hal ini menunjukkan ketahanan struktural ekonomi Indonesia dalam menghadapi tekanan makro global.

Indeks IDX80 juga diproyeksikan menguat sekitar 8% hingga 10%, bergerak menuju level 107, didorong pertumbuhan laba per saham (EPS) yang diperkirakan stabil di kisaran 11%. Proyeksi ini tidak hanya mengandalkan faktor makro, tetapi juga fondasi kuat dari kinerja emiten, yang menunjukkan daya tahan dan potensi ekspansi di tahun-tahun mendatang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya