Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IJTI Beri Penghargaan kepada 5 Tokoh Berdampak di Dunia Jurnalisme

Simposium dan Apresiasi IJTI 2026 di Jakarta menghargai lima tokoh atas kontribusi nyata dalam memperkuat jurnalisme, literasi, dan pelayanan publik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 21.03 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
IJTI Beri Penghargaan kepada 5 Tokoh Berdampak di Dunia Jurnalisme📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - IJTI menyelenggarakan Simposium dan Apresiasi 2026 sebagai bentuk pengakuan terhadap tokoh-tokoh yang berperan penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan berkelanjutan. Acara yang berlangsung di Gedung Dewan Pers, Jakarta, membahas tema utama “Jurnalisme Berkelanjutan di Era Disrupsi: Menjaga Integritas, Memperkuat Dampak Sosial”, menekankan urgensi menjaga keandalan informasi di tengah transformasi digital yang pesat. Narasumber dari berbagai bidang, termasuk regulator, akademisi, dan praktisi jurnalistik, turut membahas strategi menjaga kredibilitas media di tengah dinamika informasi yang tak terbendung.

Diskusi panel menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik bersifat akurat, transparan, dan berdampak positif. Hadir sebagai pembicara, Analisa dari KPI Pusat, M Gafar Yoedtadi sebagai akademisi sekaligus anggota IJTI, Usmar Almarwan selaku Sekretaris Jenderal IJTI, serta Wens Mangut, jurnalis senior, turut menyampaikan pandangan mendalam tentang tantangan dan peluang jurnalisme modern. Mereka sepakat bahwa integritas dan keterbukaan harus menjadi fondasi utama dalam praktik jurnalistik saat ini.

Puncak acara adalah penganugerahan Apresiasi IJTI 2026 kepada lima tokoh yang dianggap telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung literasi publik, pelayanan publik, serta penguatan jurnalisme di Tanah Air. Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga ajakan untuk terus memperkuat nilai-nilai profesionalisme dan tanggung jawab sosial dalam menyebarkan informasi. Ia menekankan bahwa penerima penghargaan adalah mereka yang mampu menyampaikan informasi secara jelas, terbuka, dan relevan bagi masyarakat.

Herik menyoroti pentingnya sumber informasi yang kredibel di era di mana disinformasi mudah menyebar. Ia menyatakan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada jumlah informasi, tetapi pada kualitas dan keandalannya. Dengan penganugerahan ini, IJTI ingin mendorong semangat untuk menjaga marwah jurnalisme, memperkuat kepercayaan publik, serta menciptakan lingkungan informasi yang lebih sehat dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya