Impor 23 KRL Bekas Jepang Siap Dijalankan untuk Perkuat KRL Jabodetabek
KAI Commuter mulai koordinasi lanjutan dengan operator Jepang untuk impor 23 trainset KRL bekas guna menangani lonjakan penumpang di Jabodetabek dalam jangka pendek.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 23.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - KAI Commuter kini mempercepat tahap koordinasi dengan pihak operator kereta di Jepang terkait rencana impor 23 unit trainset KRL bekas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mengatasi tekanan kapasitas angkutan di jalur KRL Jabodetabek yang terus meningkat. Meski belum menentukan secara pasti jenis rangkaian, termasuk kemungkinan penggunaan KRL seri JR 209, proses negosiasi tetap berjalan aktif demi memastikan ketersediaan dan kondisi teknis armada yang akan diimpor.
Peningkatan jumlah penumpang KRL Jabodetabek pada semester pertama 2026 mencatat kenaikan signifikan sebesar 11,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata per hari, jumlah penumpang mencapai sekitar 1,1 juta orang, dengan lonjakan hingga 1,3 juta pada puncak jam operasional. Kondisi ini mendorong urgensi penambahan kapasitas tanpa menunggu produksi kereta baru yang membutuhkan waktu lebih lama.
Dalam rencana pengadaan, KAI mengusulkan 23 trainset terdiri dari tujuh unit dengan formasi 12 kereta (SF12) dan 16 unit dengan formasi delapan kereta (SF8). Pemilihan formasi ini didasarkan pada keterbatasan infrastruktur stasiun yang belum seluruhnya mampu menampung rangkaian panjang. Selain itu, KAI juga menjalankan proses pengurusan izin impor barang modal tidak baru (BMTB) bersama kementerian terkait untuk memastikan kepatuhan regulasi.
Penggunaan KRL bekas tersebut diperkirakan berlangsung dalam jangka waktu terbatas, sekitar 10 tahun, sebagai solusi sementara. Langkah ini dianggap sebagai transisi menuju kemandirian industri perkeretaapian nasional. Pemerintah dan DPR mendukung kebijakan ini sebagai upaya menyelaraskan kebutuhan operasional jangka pendek dengan pembangunan kapasitas produksi lokal dalam jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Revitalisasi Pasar Ngasem Dukung Ekonomi dan Budaya Yogyakarta
AirNav Indonesia memulai revitalisasi Pasar Ngasem sebagai bagian dari program sosial dan peringatan HUT ke-14, fokus pada penataan lingkungan, peningkatan fasilitas, serta pelestarian budaya lokal.
26 September 2026

KAI Perkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Masyarakat Menengah
KAI meluncurkan layanan kereta ekonomi kerakyatan dengan tarif terjangkau dan kapasitas tinggi, diharapkan bisa mendapatkan subsidi PSO untuk menurunkan biaya perjalanan.
26 September 2026

JARR Bantah Kaitan dengan Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama
JARR menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam rencana akuisisi BYAN oleh entitas afiliasi, meski sama-sama di bawah kendali Haji Isam, dan menjamin operasional serta keuangan tetap independen.
26 September 2026

Asing Borong 10 Saham Unggulan Saat IHSG Melonjak
Investor asing melakukan pembelian bersih signifikan di 10 saham utama saat Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 1,56% pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
26 September 2026
Berita Lainnya

Pemerintah Alokasikan Rp3,29 Triliun untuk Dukung Proyek Tol 2027
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Avanza Dominasi Pasar Mobil di Jateng-DIY, Elektrifikasi Melonjak
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Rampung, Siap Operasional
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Malam Minggu di IKN Tampilkan Kehidupan Kota Modern
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

Nusantara Explorer Siap Beroperasi, Tawarkan Pengalaman Perjalanan Premium
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

IHSG Naik 1,56%, Sektor Dasar Tumbuh Dipimpin BBCA dan DSSA
Sabtu, 26 September 2026, 23.17 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.835 di Awal Perdagangan
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

NexAI Raih Kredit Rp10,75 Triliun untuk Perluas Pusat Data
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

