Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Impor Sapi Capai 1 Juta Ekor Tahunan, Zulhas Soroti Kemandirian Pangan

Indonesia masih bergantung pada impor 1 juta ekor sapi setiap tahun, menunjukkan ketergantungan pangan yang perlu segera diatasi demi kemandirian nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Impor Sapi Capai 1 Juta Ekor Tahunan, Zulhas Soroti Kemandirian Pangan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, Indonesia tetap membutuhkan impor sebanyak satu juta ekor sapi per tahun untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam acara peluncuran buku bertajuk *Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul* di JCC Senayan, Jakarta. Ia menekankan bahwa kondisi ini mencerminkan belum tercapainya swasembada pangan, terutama dalam komoditas hewani.

Selain sapi, impor beras mencapai 4,5 juta ton, kedelai sekitar 4 juta ton, gula sekitar 6 juta ton, dan gandum mencapai sekitar 13 juta ton dalam periode yang sama. Zulhas menjelaskan bahwa gandum tidak dapat dibudidayakan secara komersial di Indonesia, sehingga impor menjadi kewajiban logistik. Namun, ia menyoroti bahwa ketergantungan pada impor komoditas pangan lainnya justru menjadi ancaman terhadap ketahanan pangan nasional.

Ia menegaskan bahwa kemandirian pangan bukan sekadar soal ketersediaan makanan, tetapi juga tentang kehormatan bangsa dan kesejahteraan rakyat yang bergantung pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. “Tidak ada negara maju yang tidak swasembada. Oleh karena itu, swasembada adalah kehormatan,” tegasnya. Menurutnya, kehormatan itu bukan hanya milik negara, tetapi juga milik 150 juta petani, nelayan, dan peternak yang menjadi tulang punggung pangan nasional.

Zulhas menilai bahwa kebiasaan menerima impor sebagai solusi rutin telah menimbulkan kecenderungan pasif dalam menyikapi persoalan pangan. Ia meminta kesadaran kolektif untuk membangun sistem pangan yang mandiri, bukan hanya untuk memenuhi konsumsi, tetapi juga untuk menjaga kedaulatan dan kesejahteraan rakyat dalam jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya