Indonesia-Australia Perkuat Budidaya Perikanan Berkelanjutan
Kolaborasi strategis antara Indonesia dan Australia fokus pada pengembangan mini Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk tingkatkan ketahanan pangan dan ekonomi lokal di ratusan desa perikanan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 13.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama dalam sektor perikanan dengan menyepakati penerapan teknologi budidaya berkelanjutan berbasis mini Recirculating Aquaculture System (RAS). Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya di darat, khususnya di wilayah perikanan potensial yang tersebar di ratusan desa. Teknologi RAS dipilih karena kemampuannya mengoptimalkan penggunaan air melalui proses sirkulasi dan daur ulang, sehingga meminimalkan dampak lingkungan dan memungkinkan kontrol lingkungan pemeliharaan yang lebih presisi.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa rencana pengembangan mencakup penerapan hingga 40.000 unit mini-RAS di berbagai desa di Indonesia. Langkah ini berdasarkan pengalaman langsung yang dikunjungi di Tasmania, Australia, tempat sistem tersebut telah terbukti meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya. Penekanan utama pada pengembangan sistem berbasis lokal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan teknologi sebagai alat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar investasi infrastruktur.
Komoditas unggulan yang saat ini menjadi fokus penerapan adalah nila dan lele, dengan rencana ekspansi ke komoditas lain seperti pangasius, barramundi, grouper, dan jade perch. Peningkatan kapasitas produksi ini diharapkan tidak hanya menopang kebutuhan pangan nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi mikro melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan petani perikanan. Tujuan jangka panjang mencakup transfer teknologi, peningkatan kapasitas lokal, serta pelestarian ekosistem perairan.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier menegaskan bahwa kolaborasi ini didasarkan pada keunggulan teknologi dan riset yang dimiliki Australia, khususnya dalam pengembangan industri perikanan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya sinergi antar kedua negara untuk membangun sistem pangan yang tangguh dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan kekuatan masing-masing, kedua pihak berharap dapat menciptakan model budidaya perikanan yang dapat dijadikan rujukan bagi negara lain di kawasan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.43 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

