Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Dorong Investasi Hijau Melalui Pasar Karbon di COP31

Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat pasar karbon dan menarik investasi hijau sebagai bagian dari persiapan delegasi menuju COP31 di Antalya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.09 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 33x dibuka
Indonesia Dorong Investasi Hijau Melalui Pasar Karbon di COP31📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia menyiapkan strategi konkret dalam menyongsong Konferensi Perubahan Iklim ke-31 (COP31) dengan menekankan penguatan pasar karbon sebagai alat utama untuk mendorong pembiayaan iklim dan investasi berkelanjutan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pasar karbon harus dibangun secara kredibel, transparan, dan mendapat kepercayaan global agar mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan koordinasi tingkat menteri di Jakarta, Zulkifli menyampaikan bahwa kebijakan iklim harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang berdampak pada ketahanan pangan, perlindungan lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan pentingnya kerangka hukum yang kuat, termasuk Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon, sebagai dasar pengelolaan emisi gas rumah kaca secara nasional.

Sejumlah sektor strategis telah ditetapkan sebagai prioritas pengembangan ekonomi hijau, seperti pengelolaan hutan dan lahan, energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, pengelolaan sampah, serta pemanfaatan karbon biru di wilayah pesisir dan laut. Di sektor pertanian, inovasi seperti pertanian cerdas, budidaya perairan berkelanjutan, padi rendah emisi, dan silvofishery di kawasan mangrove menjadi fokus utama untuk meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan.

Pengelolaan sampah juga menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi sirkular, dengan pengembangan teknologi waste to energy bersama mitra strategis dan pemerintah daerah. Di wilayah pesisir, upaya konservasi dan restorasi mangrove ditujukan untuk memperkuat penyerapan karbon sekaligus memberdayakan masyarakat lokal. Kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diharapkan mampu mempercepat penerapan teknologi ramah lingkungan dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

Zulkifli menegaskan bahwa delegasi Indonesia di COP31 harus mampu menyampaikan capaian nasional secara efektif dan membuka kerja sama internasional yang menghasilkan investasi konkret. Tujuan utamanya adalah menjaga komitmen iklim global sambil memperkuat ketahanan pangan, menjaga ekosistem alam, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya