Indonesia Harus Jadi Pemain Utama dalam Perdagangan Komoditas Global
Anggota DPR RI menekankan pentingnya transformasi ekonomi berbasis sumber daya dengan hilirisasi dan pembiayaan dalam negeri untuk tingkatkan nilai tambah komoditas.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun, menegaskan bahwa Indonesia harus berpindah dari posisi sebagai pemasok mentah ke pemain utama dalam perdagangan komoditas global. Ia menilai potensi besar yang dimiliki negara ini, terutama melihat dominasi dalam ekspor batu bara, minyak sawit mentah (CPO), dan nikel. Dengan pangsa lebih dari 43 persen dalam perdagangan batu bara dunia, sekitar 60 persen untuk CPO, serta sekitar 40 persen untuk nikel, Indonesia memiliki fondasi kuat untuk memperluas pengaruh ekonomi global.
Menurut Misbakhun, keberadaan sumber daya strategis lain seperti mineral tanah jarang, emas, tembaga, perak, dan pasir kuarsa harus dimanfaatkan secara optimal. Ia menekankan bahwa ekonomi berbasis sumber daya harus didukung oleh pengembangan industri dalam negeri agar nilai tambah dari ekspor tidak hanya dinikmati oleh negara lain. Transformasi ini, kata dia, harus didorong melalui hilirisasi yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja baru.
Ia mencontohkan Maluku Utara yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas 20 persen, didorong oleh aktivitas hilirisasi. Di Sulawesi Tengah, kawasan Morowali juga menjadi bukti nyata bahwa pengembangan industri berbasis sumber daya alam mampu mendorong kenaikan kinerja ekonomi daerah. Kedua wilayah ini menjadi model bagaimana pemanfaatan sumber daya lokal bisa menjadi pendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Namun, Misbakhun menekankan bahwa kemajuan tersebut harus diikuti dengan dukungan pembiayaan yang memadai dari sektor perbankan nasional. Ia menilai peran perbankan dalam mendukung proyek industri hilirisasi perlu diperkuat agar keberlanjutan investasi terjamin. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjual komoditas mentah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari setiap ekspor.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
ANTAM Perkuat Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat
ANTAM tekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat di Sulawesi Tenggara.
8 September 2026
Gubernur Sultra Minta Penegak Hukum Periksa Istri Terkait Denda Tambang Nikel di Hutan Lindung
Gubernur Sultra menanggapi denda Rp2,19 triliun terhadap PT TMS dengan menyerahkan penjelasan kepada penegak hukum dan menegaskan tidak menjadi pihak yang berwenang menjawab.
8 September 2026

PTBA Perkuat Diversifikasi, Sasaran 20% Pendapatan dari Hilirisasi
PTBA menargetkan kontribusi pendapatan dari hilirisasi dan diversifikasi produk mencapai 20% dalam empat tahun, didukung proyek gasifikasi dan energi terbarukan.
8 September 2026

Tembaga dan Emas Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan
Pengelolaan tembaga di Indonesia kini berfokus pada hilirisasi dan integrasi industri, dengan produksi emas dari PMR PTFI mulai mendukung kebutuhan domestik dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


