Indonesia Studi Investasi Pabrik Urea di Vladivostok
Pupuk Indonesia dan Ruschem mulai kajian bersama untuk evaluasi pembangunan pabrik urea di Vladivostok, didorong efisiensi operasional dan strategi ekspansi global.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 15.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia kini tengah mengevaluasi potensi investasi sektor pertanian melalui kerja sama antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dan perusahaan kimia Rusia, Ruschem, untuk membangun pabrik pupuk urea di Vladivostok. Langkah ini merupakan hasil dari pertemuan strategis antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di wilayah timur negara tersebut, yang membahas berbagai sektor vital termasuk pangan, sumber daya alam, dan industri.
Kegiatan ini dimulai dengan penandatanganan perjanjian joint study oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, bersama Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi. Dalam keterangan persnya di Vladivostok, Rosan menegaskan bahwa kajian ini merupakan bentuk eksplorasi awal untuk melihat kelayakan ekspansi ke pasar internasional, khususnya di kawasan Asia-Pasifik yang menjadi fokus ekspor Pupuk Indonesia.
Efisiensi operasional yang terus meningkat dari Pupuk Indonesia menjadi salah satu alasan utama dalam pertimbangan ekspansi tersebut. Rosan menyatakan bahwa performa perusahaan yang semakin solid memberi dasar kuat untuk menjajaki kolaborasi strategis di luar negeri, terutama dengan mitra seperti Ruschem yang memiliki akses ke sumber bahan baku dan jaringan distribusi regional.
Rahmad Pribadi menambahkan bahwa lokasi Vladivostok dipilih karena letaknya yang menghadap Samudra Pasifik, memudahkan akses ke pasar utama Indonesia, termasuk Asia Tenggara dan kawasan Pasifik lainnya. Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan dari Danantara Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas jangkauan bisnis ke pasar global.
Proses kajian joint study saat ini masih berlangsung, dengan fokus pada aspek teknis, ekonomi, dan regulasi. Hasilnya nanti akan menjadi dasar keputusan akhir apakah Pupuk Indonesia akan melanjutkan investasi di wilayah tersebut. Tujuan utamanya tetap pada peningkatan ketahanan pangan dan penguatan industri dalam negeri melalui ekspansi strategis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


