Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Infrastruktur Harus Dongkrak Kesejahteraan Rakyat Secara Langsung

Pembangunan infrastruktur perlu fokus pada manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Infrastruktur Harus Dongkrak Kesejahteraan Rakyat Secara Langsung
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pembangunan infrastruktur di Indonesia harus menjadi alat nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar simbol proyek besar. Menteri Pekerjaan Umum menegaskan bahwa tujuan akhir dari setiap program bukan hanya pertumbuhan ekonomi, melainkan menjamin semakin banyak warga yang memiliki pekerjaan, penghasilan tetap, dan kesempatan keluar dari keterbatasan ekonomi. Pendekatan ini diperkuat melalui program padat karya yang terus digalakkan demi menciptakan dampak langsung di tingkat lokal.

Dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Menteri menekankan pentingnya membangun infrastruktur yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan. Masukan dari utusan khusus tersebut disambut positif, terutama terkait perlunya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen kementerian untuk menerapkan prinsip infrastruktur hijau dalam setiap tahap perencanaan dan pelaksanaan.

Dody menegaskan bahwa infrastruktur yang dibangun hari ini bukan hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga sebagai warisan bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, setiap keputusan harus mempertimbangkan dampak jangka panjang, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Masukan dari Utusan Khusus Presiden dianggap sebagai arahan strategis yang akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan dalam penyusunan kebijakan infrastruktur nasional.

Pendekatan ini selaras dengan visi PU608 yang menargetkan penurunan rasio kapital output (ICOR) di bawah 6, pengentasan kemiskinan hingga nol persen, serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Kementerian berkomitmen untuk menyesuaikan setiap program agar mampu mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

Dengan tetap menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi, pemerataan akses, dan keberlanjutan lingkungan, infrastruktur diharapkan menjadi lebih dari sekadar aset fisik. Ia harus mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas hidup, dan menjadi fondasi utama bagi pembangunan berkelanjutan. Menteri menyampaikan terima kasih atas masukan yang diberikan, dan menyatakan bahwa silaturahmi serta nasihat tersebut akan dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya