Insentif Motor Listrik Rp3 Juta Dinilai Tak Cukup Dorong Perubahan Konsumen
Insentif pembelian motor listrik sebesar Rp3 juta per unit dianggap belum mampu mengubah kebiasaan konsumen yang masih memilih kendaraan berbahan bakar fosil.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 22.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah berencana memberikan insentif Rp3 juta per unit untuk pembelian motor listrik, namun ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M Rizal Taufikurahman, menilai angka tersebut masih terlalu kecil untuk menjadi pemicu utama perubahan perilaku konsumen. Menurutnya, insentif sebesar itu hanya berfungsi sebagai tambahan daya tarik, bukan alasan dominan dalam keputusan pembelian, terutama bagi kalangan yang sangat sensitif terhadap harga.
Program ini ditargetkan mencapai 1 juta unit dengan alokasi anggaran total Rp3 triliun, turun dari rencana awal sebesar Rp5 juta per unit. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan belum yakin seluruh anggaran dapat terealisasi dalam satu tahun, mengingat kapasitas produksi motor listrik dalam negeri belum mencapai target. Ia memperkirakan penyerapan insentif pada akhir tahun hanya sekitar 100.000 unit, dan akan mengevaluasi kemungkinan penambahan anggaran jika diperlukan.
Kebijakan insentif baru ini baru akan diberlakukan mulai September 2026, karena peraturan menteri yang menjadi dasar pelaksanaannya belum terbit. Koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian masih berlangsung untuk menyempurnakan mekanisme pelaksanaan.
Dari sisi keuangan negara, penurunan besaran insentif dinilai membantu pengendalian beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, Rizal menekankan bahwa efektivitas insentif bukan hanya ditentukan oleh jumlah uang yang diberikan, melainkan seberapa besar dampaknya terhadap peningkatan penjualan dan nilai tambah ekonomi.
Sebagai pembanding, insentif sebelumnya pada 2023 dan 2024 memberikan potongan Rp7 juta per unit dengan kuota 60 ribu unit yang ludes sebelum akhir tahun. Program tersebut kemudian berhenti hingga kini. Rizal menyarankan pemerintah menyusun skema insentif yang lebih strategis, dengan kaitan langsung pada tingkat komponen dalam negeri (TKDN), produksi lokal, pengembangan industri baterai, serta pengguna dengan mobilitas tinggi, agar manfaatnya tidak hanya berhenti pada pengurangan harga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Acara puncak Honda Bikers Day 2026 digelar di Ambarawa dengan tema Legacy of Spirit, menegaskan komitmen mempererat persaudaraan dan berdampak positif pada ekonomi lokal.
24 Oktober 2026

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Dua puluh jurnalis menguji performa New Honda ADV160 dalam perjalanan 151 kilometer dari Semarang ke Ambarawa melalui berbagai kondisi jalan.
24 Oktober 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Toyota Veloz Hybrid menduduki posisi teratas penjualan hybrid nasional pada September 2026, mengungguli Innova Zenix Hybrid dengan selisih 182 unit berdasarkan data wholesales Gaikindo.
24 Oktober 2026

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia dengan distribusi 4.840 unit sepanjang September 2026, unggul jauh dari pesaing lainnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

