Insentif Pajak Dorong Pertumbuhan UMKM dan R&D di Tengah Transisi Global
Pemerintah terus memperkuat insentif pajak untuk UMKM, riset, dan investasi strategis, sekaligus memperjelas kerangka kebijakan agar mendorong pertumbuhan ekonomi dan kepatuhan perpajakan hingga pertengahan 2026.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 162x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia melanjutkan penerapan insentif pajak berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan inovasi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu bentuk insentif terbaru adalah penerapan pajak penghasilan (PPh) final tanpa batas waktu bagi wajib pajak orang pribadi yang menjalankan usaha, yang menjadi langkah strategis untuk mempermudah akses ke sistem perpajakan formal.
Selain itu, pemerintah memberikan fasilitas pengurangan penghasilan bruto hingga maksimal 300% bagi perusahaan yang melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) di dalam negeri. Fasilitas ini tidak hanya mencakup biaya riil riset, tetapi juga meliputi insentif tambahan hingga 200% dari nilai komersialisasi hasil riset, kepemilikan paten, serta kolaborasi dengan lembaga riset nasional. Langkah ini dimaksudkan untuk mendorong inovasi dan daya saing industri lokal di tengah persaingan global.
Kebijakan ini didukung oleh kepastian regulasi melalui implementasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), yang bertujuan memperluas ruang perpajakan sekaligus memperjelas prinsip keadilan dan transparansi. Di samping itu, sejak 2023, Direktorat Jenderal Pajak telah melakukan konsolidasi aturan terkait agreement harga transfer, prosedur penyelesaian sengketa, serta mekanisme kepastian pajak untuk memudahkan pelaku usaha dalam memahami kewajiban dan hak mereka.
Pada 2024, pemerintah mempercepat transisi sistem administrasi perpajakan dari sistem lama ke sistem Coretax, serta mengadopsi kerangka pajak minimum global yang selaras dengan Pilar Dua OECD. Meski menambah kompleksitas, kebijakan ini diharapkan dapat menyeimbangkan kepentingan investasi global dengan keberlanjutan pendapatan negara. Hingga 30 September 2026, realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.341,5 triliun atau 74,2% dari target APBN, dengan penerimaan pajak mencapai Rp1.607,6 triliun, tumbuh 24,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

