Investasi Indonesia Tumbuh di Tengah Era Pajak Minimum Global
Realisasi investasi 2025 mencapai Rp1,931 triliun, tumbuh 12,7 persen, dengan fokus pada hilirisasi dan penciptaan lapangan kerja.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.40 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pertumbuhan investasi di Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan momentum kuat, mencapai angka Rp1,931 triliun—melebihi target nasional sebesar Rp1,905 triliun sebesar 101,3 persen. Angka ini menunjukkan keberlanjutan ekonomi yang didorong oleh peningkatan kepercayaan investor terhadap iklim usaha dalam negeri. Dari total tersebut, sekitar 2,71 juta tenaga kerja terserap, membuktikan bahwa investasi tidak hanya menopang pertumbuhan angka, tetapi juga mendorong kesejahteraan sosial.
Di tengah transformasi sistem perpajakan global, Indonesia menghadapi tantangan baru dengan penerapan pajak minimum global. Kebijakan ini mengurangi daya tarik tarif pajak rendah sebagai senjata utama menarik modal asing. Oleh karena itu, strategi nasional kini bergeser dari kompetisi berbasis insentif fiskal ke peningkatan kualitas ekosistem industri, kepastian hukum, dan efisiensi rantai nilai.
Investasi hilirisasi menjadi penopang utama pertumbuhan, mencatat kontribusi sebesar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen dari total, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 43,3 persen. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu memperkuat basis industri dalam negeri, memperbesar nilai tambah produk lokal, dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Kebijakan ini sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Untuk menjaga daya saing, pemerintah menekankan pentingnya memperbaiki kualitas infrastruktur, ketersediaan sumber daya manusia, dan efektivitas regulasi. Fokus pada investasi produktif dan berkelanjutan menjadi kunci, bukan sekadar mengejar volume. Dengan demikian, pajak minimum global bukan ancaman, melainkan peluang untuk membangun ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan, di mana nilai yang dihasilkan lebih besar daripada sekadar angka pajak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Singapura Siapkan Rencana Darurat
Pemerintah Indonesia mengurangi pasokan gas ke Singapura untuk menopang kebutuhan energi domestik, sementara Singapura menyatakan kesiapan menghadapi dampaknya dengan rencana kontingensi.
26 Oktober 2026

Indonesia Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri
Pemerintah memutuskan mengalihkan pasokan gas ekspor ke Singapura untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, dengan respons langsung dari Perdana Menteri Singapura yang menekankan pentingnya komitmen kontrak dan diversifikasi energi.
26 Oktober 2026

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Hilgers Belum Main di Eredivisie, Pelatih Heerenveen Jelaskan Alasannya
Senin, 26 Oktober 2026, 09.08 WITA

Putin Bantah Tuduhan Rusia Dalangi Aksi Protes Eropa
Senin, 26 Oktober 2026, 09.03 WITA

Pelaku Penembakan Dekat Paris Ditetapkan dalam Observasi Psikiatri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.03 WITA

Revisi UU Tipikor dan KUHP Diperlukan untuk Hentikan Kriminalisasi Kebijakan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.01 WITA

Saudi Percepat Proyek Pipa Minyak untuk Atasi Ketergantungan Hormuz
Senin, 26 Oktober 2026, 09.01 WITA

Fahri Hamzah Ajak Bangun Kecerdasan Politik Holistik
Senin, 26 Oktober 2026, 09.01 WITA

Erupsi Gunung Ibu Pagi Ini, Kolom Abu Capai 500 Meter
Senin, 26 Oktober 2026, 09.01 WITA

Iran Tegaskan Siap Hadapi Ancaman, Buka Ruang Diplomasi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.01 WITA

