Investasi Rp4 Triliun Tekan Ekspor Otomotif di Batang
Perusahaan asal China siap tanamkan Rp4 triliun di KEK Industropolis Batang untuk bangun ekosistem otomotif berbasis ekspor.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan asal Tiongkok, PT Yosun Tire and Rubber Indonesia, resmi mengumumkan rencana investasi senilai Rp4 triliun di kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang, Jawa Tengah. Dalam perencanaan ini, perusahaan berencana mengembangkan fasilitas produksi di lahan seluas sekitar 40 hektare, yang akan menjadi pusat operasional utama perusahaan di Indonesia. Fasilitas ini didesain untuk mendukung ekosistem industri otomotif, khususnya sektor ban dan komponen pendukung.
Proyek tersebut menargetkan penyerapan tenaga kerja hingga 4.000 orang dalam tahap puncak operasional. Fokus utama investasi adalah pasar ekspor, dengan rencana menjadikan Batang sebagai basis logistik dan produksi untuk pasar internasional. General Manager Yosun, Mr. Weng Jisheng, menegaskan bahwa keberadaan kawasan industri strategis di Batang menjadi pertimbangan kunci dalam keputusan lokasi.
Menurutnya, Indonesia menawarkan posisi penting dalam strategi global perusahaan, terutama karena keberadaan ekosistem industri yang terus berkembang dan akses ke pasar regional. “Kami melihat Batang sebagai lokasi ideal untuk memperkuat kehadiran kami di Asia Tenggara dan menjangkau pasar ekspor secara efisien,” ujar Weng. Investasi ini juga diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan bahwa pemerintah daerah akan mempercepat proses perizinan, menyiapkan infrastruktur lahan, serta menjaga stabilitas keamanan. Upaya ini dinilai sebagai langkah krusial untuk menarik minat investor asing, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Dengan hadirnya Yosun, pemerintah optimistis dapat menciptakan efek berganda, termasuk peningkatan kapasitas SDM, penguatan rantai pasok otomotif, dan pembukaan peluang kemitraan bagi pelaku usaha lokal. Investasi ini menjadi salah satu tonggak penting dalam transformasi ekonomi Jawa Tengah ke arah industri berbasis teknologi dan ekspor.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Acara puncak Honda Bikers Day 2026 digelar di Ambarawa dengan tema Legacy of Spirit, menegaskan komitmen mempererat persaudaraan dan berdampak positif pada ekonomi lokal.
24 Oktober 2026

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Dua puluh jurnalis menguji performa New Honda ADV160 dalam perjalanan 151 kilometer dari Semarang ke Ambarawa melalui berbagai kondisi jalan.
24 Oktober 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Toyota Veloz Hybrid menduduki posisi teratas penjualan hybrid nasional pada September 2026, mengungguli Innova Zenix Hybrid dengan selisih 182 unit berdasarkan data wholesales Gaikindo.
24 Oktober 2026

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia dengan distribusi 4.840 unit sepanjang September 2026, unggul jauh dari pesaing lainnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Konser Kanye West di GBK Picu Gelombang Kunjungan Wisatawan Asing
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

Perbaikan Pemantauan Karhutla Berbasis Satelit Diumumkan Presiden
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

