Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investasi Rp4 Triliun Tekan Ekspor Otomotif di Batang

Perusahaan asal China siap tanamkan Rp4 triliun di KEK Industropolis Batang untuk bangun ekosistem otomotif berbasis ekspor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Investasi Rp4 Triliun Tekan Ekspor Otomotif di Batang
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan asal Tiongkok, PT Yosun Tire and Rubber Indonesia, resmi mengumumkan rencana investasi senilai Rp4 triliun di kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang, Jawa Tengah. Dalam perencanaan ini, perusahaan berencana mengembangkan fasilitas produksi di lahan seluas sekitar 40 hektare, yang akan menjadi pusat operasional utama perusahaan di Indonesia. Fasilitas ini didesain untuk mendukung ekosistem industri otomotif, khususnya sektor ban dan komponen pendukung.

Proyek tersebut menargetkan penyerapan tenaga kerja hingga 4.000 orang dalam tahap puncak operasional. Fokus utama investasi adalah pasar ekspor, dengan rencana menjadikan Batang sebagai basis logistik dan produksi untuk pasar internasional. General Manager Yosun, Mr. Weng Jisheng, menegaskan bahwa keberadaan kawasan industri strategis di Batang menjadi pertimbangan kunci dalam keputusan lokasi.

Menurutnya, Indonesia menawarkan posisi penting dalam strategi global perusahaan, terutama karena keberadaan ekosistem industri yang terus berkembang dan akses ke pasar regional. “Kami melihat Batang sebagai lokasi ideal untuk memperkuat kehadiran kami di Asia Tenggara dan menjangkau pasar ekspor secara efisien,” ujar Weng. Investasi ini juga diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan bahwa pemerintah daerah akan mempercepat proses perizinan, menyiapkan infrastruktur lahan, serta menjaga stabilitas keamanan. Upaya ini dinilai sebagai langkah krusial untuk menarik minat investor asing, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Dengan hadirnya Yosun, pemerintah optimistis dapat menciptakan efek berganda, termasuk peningkatan kapasitas SDM, penguatan rantai pasok otomotif, dan pembukaan peluang kemitraan bagi pelaku usaha lokal. Investasi ini menjadi salah satu tonggak penting dalam transformasi ekonomi Jawa Tengah ke arah industri berbasis teknologi dan ekspor.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya