Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investigasi Keracunan MBG Belum Tetapkan Tersangka

Kasus keracunan massal akibat makanan bergizi gratis di Sidoarjo masih dalam proses investigasi, tanpa penetapan tersangka hingga kini.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 07.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Investigasi Keracunan MBG Belum Tetapkan Tersangka
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan santri dan siswa di Kabupaten Sidoarjo akibat konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin masih dalam tahap penyelidikan. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn) Trenggono menegaskan bahwa meski proses penyelidikan telah berjalan, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Fokus utama saat ini tetap berada pada penanganan medis terhadap para korban yang terdampak.

Menurut Trenggono, pendampingan terhadap korban dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data dan bukti untuk mengungkap apakah kejadian ini disebabkan oleh kelalaian atau ada indikasi kesengajaan. Investigasi yang dilakukan BGN bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam produksi dan distribusi makanan bergizi. Ia menegaskan bahwa setiap temuan pelanggaran akan ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku.

Sebagai tindakan preventif, BGN telah menghentikan sementara operasional dapur SPPG Kalitengah Tanggulangin dan mencopot kepala satuan pelayanan tersebut karena dugaan ketidakpatuhan terhadap SOP. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kegagalan dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan. Keputusan penutupan permanen akan dipertimbangkan jika terbukti adanya pelanggaran berulang atau unsur kesengajaan dalam pelaksanaan program.

Hingga Kamis (4/9), jumlah korban mencapai 748 orang, terdiri atas santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan siswa dari 19 sekolah di wilayah Kalitengah. Sebanyak 20 korban masih dirawat di rumah sakit, sementara 728 lainnya telah dinyatakan pulih dan dipulangkan untuk perawatan lanjutan secara jalan. Penyebab pasti keracunan masih dalam penelusuran, namun dugaan sementara berkaitan dengan proses pengolahan atau penyimpanan makanan yang tidak sesuai standar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya