Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran dan Rusia Perkuat Solidaritas Lawan Tekanan Barat

Presiden Iran Pezeshkian menyampaikan terima kasih kepada Putin atas dukungan Moskow terhadap Iran dalam menghadapi sanksi dan tekanan internasional, sementara Putin menegaskan solidaritas dan komitmen menjaga kerja sama ekonomi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 08.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran dan Rusia Perkuat Solidaritas Lawan Tekanan Barat
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam pertemuan di Bishkek, Kirgistan, pada Selasa (1/9/2026), Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan rasa terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas dukungan Moskow terhadap Iran dalam menghadapi tekanan global, khususnya terkait sanksi yang diberlakukan oleh negara-negara Barat. Pezeshkian menekankan bahwa kerja sama antara kedua negara merupakan bentuk perlawanan terhadap dominasi politik unilateral yang dipraktikkan Amerika Serikat di kancah internasional.

Ia menegaskan keyakinan kuat bahwa Iran dan Rusia mampu menghadapi tantangan eksternal dengan solidaritas dan kekuatan bersama. Dalam pernyataannya, Pezeshkian menyebut bahwa keberlanjutan hubungan strategis antara Teheran dan Moskow menjadi kunci untuk menjaga kedaulatan nasional dan kepentingan bersama dalam menghadapi ketidakadilan sistem global.

Putin merespons dengan menyatakan bahwa Rusia berdiri kokoh dalam solidaritas dengan rakyat Iran. Ia mengapresiasi ketangguhan dan keberanian Iran dalam memperjuangkan kepentingan nasional meskipun menghadapi tekanan eksternal yang signifikan. Dukungan itu, menurut Putin, bukan hanya berbasis politik, tetapi juga didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan dan kemanusiaan dalam hubungan internasional.

Pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen bersama untuk menjaga dan memperkuat kerja sama ekonomi serta perdagangan, terlepas dari dinamika konflik geopolitik yang sedang berlangsung. Kedua pemimpin menekankan bahwa hubungan bilateral harus terus tumbuh, bahkan dalam kondisi ketegangan internasional, sebagai bentuk perlawanan terhadap intervensi asing dan eksploitasi kekuasaan ekonomi oleh negara adidaya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya