Iran Kecam AS sebagai Setan Akibat Serangan di Pesta Pernikahan
Iran mengecam tajam Amerika Serikat sebagai 'Setan' menyusul serangan yang menewaskan empat orang dalam pesta pernikahan di Kuhestak, selatan negara itu.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 23.47 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kecaman tajam terhadap Amerika Serikat setelah serangan malam hari menghantam acara pernikahan di wilayah Kuhestak, Provinsi Hormozgan. Dalam pernyataan resmi, pejabat utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa aksi tersebut menunjukkan sikap kejam dan tidak manusiawi, sambil menyeret AS ke dalam kategori 'Setan' karena memilih sasaran yang tak berdaya seperti anak-anak dan keluarga. Ia menekankan bahwa serangan tersebut bukan kejadian terisolasi, melainkan bagian dari pola berturut-turut yang merugikan warga sipil di berbagai wilayah Iran.
Ghalibaf menyoroti sejumlah insiden sebelumnya, termasuk serangan terhadap sekolah di Minab yang juga menewaskan banyak korban, sebagai bukti konsistensi tindakan yang merugikan warga sipil. Ia menyatakan bahwa jika suatu negara bertindak seperti setan, menargetkan seperti setan, dan membunuh seperti setan, maka ia layak disebut setan. Ia juga menegaskan bahwa melindungi negara atau pihak yang melakukan tindakan serupa adalah bentuk 'Setan Besar'. Pernyataan ini merupakan kelanjutan dari tradisi retorika kritis terhadap AS yang telah lama dianut oleh para pemimpin Iran sejak era Revolusi Islam 1979.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan melalui drone dan rudal terhadap sejumlah pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan wilayah Kurdistan Irak. Serangan tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap agresi yang dianggap melampaui batas hukum internasional. Militer AS belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan tersebut, namun juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Tim Hawkins, membantah tudingan menargetkan warga sipil. Ia menegaskan bahwa militer AS tidak pernah membidik warga sipil, sebaliknya menyalahkan pasukan Iran, khususnya Pasukan Garda Revolusi (IRGC), atas serangan terhadap instalasi militer.
Serangan di Kuhestak yang menewaskan empat orang dan melukai puluhan lainnya menjadi titik kritis dalam ketegangan geopolitik di kawasan. Kematian warga sipil, termasuk anak-anak, memperkeruh suasana yang telah memanas sejak eskalasi konflik di Timur Tengah. Pernyataan Ghalibaf tidak hanya menjadi sorotan dalam diplomasi Iran, tetapi juga menjadi alat komunikasi politik untuk menegaskan posisi negara itu dalam perlawanan terhadap intervensi asing.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Topan Champi melanda China setelah merusak Taiwan dan pulau selatan Jepang, menyebabkan evakuasi massal, pemadaman listrik, dan pembatalan ratusan penerbangan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

