Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Kecam AS sebagai Setan Akibat Serangan di Pesta Pernikahan

Iran mengecam tajam Amerika Serikat sebagai 'Setan' menyusul serangan yang menewaskan empat orang dalam pesta pernikahan di Kuhestak, selatan negara itu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 23.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran Kecam AS sebagai Setan Akibat Serangan di Pesta Pernikahan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kecaman tajam terhadap Amerika Serikat setelah serangan malam hari menghantam acara pernikahan di wilayah Kuhestak, Provinsi Hormozgan. Dalam pernyataan resmi, pejabat utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa aksi tersebut menunjukkan sikap kejam dan tidak manusiawi, sambil menyeret AS ke dalam kategori 'Setan' karena memilih sasaran yang tak berdaya seperti anak-anak dan keluarga. Ia menekankan bahwa serangan tersebut bukan kejadian terisolasi, melainkan bagian dari pola berturut-turut yang merugikan warga sipil di berbagai wilayah Iran.

Ghalibaf menyoroti sejumlah insiden sebelumnya, termasuk serangan terhadap sekolah di Minab yang juga menewaskan banyak korban, sebagai bukti konsistensi tindakan yang merugikan warga sipil. Ia menyatakan bahwa jika suatu negara bertindak seperti setan, menargetkan seperti setan, dan membunuh seperti setan, maka ia layak disebut setan. Ia juga menegaskan bahwa melindungi negara atau pihak yang melakukan tindakan serupa adalah bentuk 'Setan Besar'. Pernyataan ini merupakan kelanjutan dari tradisi retorika kritis terhadap AS yang telah lama dianut oleh para pemimpin Iran sejak era Revolusi Islam 1979.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan melalui drone dan rudal terhadap sejumlah pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan wilayah Kurdistan Irak. Serangan tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap agresi yang dianggap melampaui batas hukum internasional. Militer AS belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan tersebut, namun juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Tim Hawkins, membantah tudingan menargetkan warga sipil. Ia menegaskan bahwa militer AS tidak pernah membidik warga sipil, sebaliknya menyalahkan pasukan Iran, khususnya Pasukan Garda Revolusi (IRGC), atas serangan terhadap instalasi militer.

Serangan di Kuhestak yang menewaskan empat orang dan melukai puluhan lainnya menjadi titik kritis dalam ketegangan geopolitik di kawasan. Kematian warga sipil, termasuk anak-anak, memperkeruh suasana yang telah memanas sejak eskalasi konflik di Timur Tengah. Pernyataan Ghalibaf tidak hanya menjadi sorotan dalam diplomasi Iran, tetapi juga menjadi alat komunikasi politik untuk menegaskan posisi negara itu dalam perlawanan terhadap intervensi asing.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya