Iran Minta EU Tuntut Ukraina atas Serangan Kapal Komersil
Iran mendesak Uni Eropa menuntut Ukraina atas serangan ke kapal komersil di Laut Kaspia yang menewaskan satu pelaut dan melukai lainnya.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyerukan tindakan tegas dari Uni Eropa terhadap Ukraina pasca-serangan terhadap kapal komersil Iran di perairan Laut Kaspia pada 25 Juli 2026. Dalam percakapan telepon dengan perwakilan kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, Araghchi menekankan pentingnya pertanggungjawaban atas tindakan yang dikategorikan sebagai "musuh dan kriminal" oleh Tehran. Ia menyerukan koordinasi internasional, termasuk melibatkan Dewan Keamanan PBB, untuk menangani pelanggaran tersebut.
Serangan itu menyebabkan kapal mengalami ledakan, mengakibatkan satu pelaut tewas dan satu lainnya luka-luka. Iran menegaskan bahwa kapal tersebut bukan militer dan tidak terlibat dalam konflik antara Rusia dan Ukraina. Pihak Iran menilai aksi itu berpotensi memperparah ketegangan regional dan memperluas cakupan konflik secara berbahaya.
Dalam langkah diplomatik, Kementerian Luar Negeri Iran memanggil kuasa usaha Ukraina di Teheran pada hari yang sama untuk menyampaikan nota protes resmi. Pernyataan resmi menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk agresi yang melanggar hukum maritim internasional. Iran menekankan bahwa mereka tidak pernah mendukung atau terlibat dalam operasi militer di wilayah konflik.
Pertemuan antara Araghchi dan Kallas juga membahas perkembangan di Selat Hormuz, di mana kedua belah pihak menekankan perlunya pendekatan diplomasi untuk menekan ketegangan. Keduanya sepakat bahwa solusi damai harus menjadi prioritas untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa serangan itu dilakukan terhadap kapal militer Rusia dan kapal kargo militer yang dikaitkan dengan Iran. Namun, Iran membantah kaitan tersebut dan menekankan bahwa kapal yang diserang merupakan kapal komersil yang beroperasi secara sah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026

Arab Saudi Kembali Buka Bandara Internasional Riyadh Setelah Serangan Drone
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali beroperasi untuk penerbangan domestik dan internasional, meski masih terus menghadapi ancaman serangan drone dan rudal dari milisi Houthi di Yaman.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Tiga Tersangka Narkoba Diamankan di Tambora
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Gubernur Sumut Larang Vape di Lingkungan ASN, Dukungan dari Anggota DPR
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Presiden Tinjau Progres Pendidikan Kepemimpinan di URI
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Dewa United Evaluasi Kekalahan dari Arema FC
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.21 WITA

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.10 WITA

