Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Serukan Balasan Tegas Usai Serangan AS Tewaskan 50 Orang

Iran menegaskan akan merespons dengan tegas serangan militer AS yang menewaskan lebih dari 50 warga sipil dalam serangan di wilayah Sirik, sementara AS mengonfirmasi serangan terhadap target militer IRGC.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 10.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran Serukan Balasan Tegas Usai Serangan AS Tewaskan 50 Orang
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan udara terhadap sebuah rumah tinggal di Kabupaten Sirik telah menewaskan dan melukai lebih dari lima puluh warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Juru bicara esmaeil Baqaei menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari serangkaian serangan berkelanjutan yang menargetkan wilayah Minab, Lamerd, Qeshm, dan daerah lainnya di kawasan selatan Iran. Ia menilai bahwa serangan itu merupakan bentuk kekejaman yang tak terbendung dari Amerika Serikat terhadap rakyat Iran.

Baqaei menyerukan tanggung jawab internasional atas kegagalan pihak-pihak global dalam mengutuk aksi tersebut, menekankan bahwa keheningan yang ditunjukkan oleh negara-negara dan lembaga internasional bukanlah netralitas, melainkan bentuk dukungan terselubung. Ia menegaskan bahwa pihak-pihak yang diam akan menghadapi konsekuensi di masa depan, baik secara politik maupun hukum.

Di sisi lain, Komando Pusat militer AS mengonfirmasi telah melancarkan operasi militer terhadap sejumlah target militer milik Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah Iran. Serangan ini dilakukan sebagai respons atas aktivitas yang dianggap mengancam keamanan regional. Setelah pengumuman tersebut, media Iran melaporkan terdengarnya ledakan di berbagai lokasi strategis, termasuk Pulau Qeshm, Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, dan Konarak.

Selain itu, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Bandara Jiroft di Provinsi Kerman juga menjadi sasaran serangan. Wakil Gubernur Hormozgan Ahmad Nafisi menyebutkan bahwa jumlah korban tewas mencapai empat orang, dengan sekitar lima puluh lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan yang diduga berasal dari serangan udara AS. Pihak berwenang setempat masih dalam proses verifikasi dampak penuh dari insiden tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya