Iran Serukan Tanggung Jawab atas Serangan Kapal di Laut Kaspia
Iran memprotes serangan militer Ukraina terhadap kapal dagang di Laut Kaspia yang menewaskan satu ABK dan melukai beberapa lainnya, menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Iran telah menggelar pertemuan mendesak dengan perwakilan Ukraina di Teheran untuk menyampaikan protes tajam atas serangan yang menargetkan kapal dagang Iran di perairan Laut Kaspia. Pertemuan tersebut digelar pada Ahad, 26 Juli 2026, dan dipimpin oleh Direktur Jenderal Eurasia di kementerian, Manouchehr Moradi, yang menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk permusuhan dan kriminal yang tidak dapat diterima.
Moradi menekankan bahwa serangan terhadap kapal sipil di wilayah perairan internasional merupakan pelanggaran terhadap prinsip dasar Piagam PBB, khususnya pasal yang melarang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional. Ia menilai tindakan tersebut sebagai ancaman nyata terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan, serta mengancam keselamatan warga negara dan properti dari negara-negara pesisir.
Pihak Iran menuntut agar pemerintah Ukraina bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut, termasuk melakukan penyelidikan dan menindak pelaku serangan. Moradi menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak akan mengabaikan serangan terhadap warganya, baik dalam hal nyawa maupun aset, dan akan mengambil langkah-langkah tegas untuk mempertahankan kepentingan nasional.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengonfirmasi kejadian tersebut pada Sabtu, 25 Juli, menyatakan bahwa kapal yang diserang diduga membawa peralatan militer ke Iran. Namun, Iran menolak klaim tersebut, menilainya sebagai pendekatan yang tidak rasional dan berpotensi memperburuk ketegangan regional. Pihak Teheran menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan agresi yang melanggar Pasal 2(4) Piagam PBB dan berpotensi memicu eskalasi konflik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026

Arab Saudi Kembali Buka Bandara Internasional Riyadh Setelah Serangan Drone
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali beroperasi untuk penerbangan domestik dan internasional, meski masih terus menghadapi ancaman serangan drone dan rudal dari milisi Houthi di Yaman.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Tiga Tersangka Narkoba Diamankan di Tambora
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Gubernur Sumut Larang Vape di Lingkungan ASN, Dukungan dari Anggota DPR
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Presiden Tinjau Progres Pendidikan Kepemimpinan di URI
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Dewa United Evaluasi Kekalahan dari Arema FC
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.21 WITA

