Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Istana Wapres IKN Selesai Dibangun, Konsep Filosofis di Balik Desainnya

Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara telah rampung, menampilkan konsep arsitektur berbasis filosofi sosial dan budaya lokal dengan total anggaran tahap pertama sekitar Rp 1,4 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Istana Wapres IKN Selesai Dibangun, Konsep Filosofis di Balik Desainnya
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Istana Wakil Presiden yang berlokasi di Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser, Kalimantan Timur, kini telah selesai dibangun dan siap digunakan. Fasilitas ini menempati area yang berada di sebelah kiri pintu masuk utama IKN, berdekatan dengan sumbu kebangsaan, menandai posisi strategis dalam kompleks perencanaan kota baru. Seluruh struktur bangunan telah tuntas, termasuk infrastruktur pendukung dan tata ruang sekitarnya.

Desain arsitektural Istana Wapres mengusung konsep "Huma Betang Umai", yang dalam bahasa Dayak berarti "Rumah Panjang Ibu". Konsep ini mengandung makna filosofis mendalam, menggambarkan sosok ibu sebagai pelindung, pemberi, pengayom, dan pemelihara. Istilah "Ibu" dalam konsep ini juga menyiratkan kaitan dengan "Ibu Kota" dan "Ibu Pertiwi", memperkuat identitas kebangsaan dan kearifan lokal dalam bentuk arsitektur negara.

Luas area Istana Wapres cukup besar, dengan permukaan tanah yang lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, mencerminkan posisi khusus dan simbolik sebagai pusat pemerintahan. Beberapa bangunan pendukung telah terintegrasi dalam kompleks, termasuk area upacara dan fasilitas administratif. Kunjungan warga ke lokasi telah dimulai, menunjukkan antusiasme terhadap simbol kebangsaan yang baru berdiri.

Pembangunan tahap pertama Istana Wapres dibiayai dengan anggaran sekitar Rp 1,4 triliun, sesuai perencanaan sebelumnya. Proyek ini merupakan bagian dari transformasi infrastruktur pemerintahan di IKN yang dirancang untuk memenuhi standar keberlanjutan, keindahan arsitektural, dan nilai-nilai budaya Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya