Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jakarta Tancap Gas Jadi Pusat Perfilman Regional

Jakarta Film Summit 2026 resmi dibuka dengan tujuan memperkuat ekosistem perfilman melalui kebijakan, investasi, dan kolaborasi regional, diikuti lebih dari 500 peserta dari 10 negara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 23.25 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 95x dibuka
Jakarta Tancap Gas Jadi Pusat Perfilman Regional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Jakarta Film Summit 2026 secara resmi dibuka oleh Gubernur DKI Pramono Anung di Royal Glass House, Park Hyatt Jakarta, pada Selasa (20/10). Acara yang berlangsung hingga 22 Oktober ini menjadi wadah strategis bagi pemangku kepentingan perfilman dari berbagai sektor untuk membahas penguatan ekosistem produksi film melalui kebijakan, insentif, perizinan, serta pembiayaan. Fokus utama diselenggarakan dalam tiga pilar: kesiapan regulasi, keterlibatan investor, dan pemanfaatan infrastruktur kota sebagai lokasi syuting.

Pada hari pertama, pembahasan difokuskan pada penguatan fondasi ekosistem produksi, termasuk pemanfaatan ruang publik dan pengembangan insentif bagi produsen film. Salah satu agenda utama adalah sesi ASEAN Film Alliance Network, yang membahas sinergi produksi bersama, pengembangan talenta, serta pendanaan lintas negara. Forum ini menjadi ruang bagi negara-negara ASEAN untuk menyelaraskan kebijakan dan memperluas jaringan kolaborasi industri kreatif.

Hari kedua menyoroti aspek finansial dan keberlanjutan industri. Diskusi mencakup mekanisme pembiayaan proyek film, peran lembaga keuangan dalam mendukung produksi, serta pemanfaatan data audiens untuk memperkuat analisis risiko investasi. Selain itu, acara dilanjutkan dengan Jakarta Scouting Day, di mana para pemimpin produksi dan film commissioner akan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi strategis seperti Pasar Rumput, Pelabuhan Muara Angke, Kota Tua, dan Skydeck Bundaran HI. Agenda ini juga menyertakan sesi "The Two Cities" bersama Hong Kong untuk berbagi pengalaman pengembangan kota perfilman.

Dukungan penuh dari Pemprov DKI menjadi fondasi utama terlaksananya kegiatan ini. Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta memiliki keunggulan infrastruktur, konektivitas transportasi, dan aktivitas ekonomi yang mampu menunjang pertumbuhan industri kreatif. Ia menilai kota telah mencatat pertumbuhan ekonomi 5,52 persen dengan inflasi 2,7 persen, serta mencapai peringkat ke-15 dalam pemeringkatan global transportasi, naik dari posisi ke-17 sebelumnya. Sebanyak 93 persen wilayah Jakarta telah terhubung dengan transportasi umum, menjadi modal penting dalam menarik produksi film skala besar.

Melalui Jakarta Film Summit 2026, Jakarta Film Commission dan Pemprov DKI berkomitmen mendorong integrasi antara kebijakan publik, kebutuhan produksi, dan akses investasi. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di kancah regional serta global. Hasil diskusi diharapkan menghasilkan tiga poin strategis: rekomendasi kebijakan, peningkatan kapasitas industri, serta penguatan posisi Jakarta sebagai pusat perfilman Asia Tenggara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya