Jaksa Agung Tekankan Belajar Berkala untuk Jaga Kepercayaan Publik
Jaksa Agung memperingatkan jajaran agar tak berhenti belajar demi menjaga kepekaan, integritas, dan kualitas penegakan hukum di tengah dinamika sosial dan teknologi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 13.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Dalam peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI yang ke-81, Jaksa Agung menegaskan pentingnya komitmen terhadap pembelajaran berkelanjutan sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa respons cepat, tepat, dan adaptif terhadap perubahan adalah kunci agar institusi tetap relevan dan dapat dipercaya oleh masyarakat. Di tengah era digital dan masyarakat yang semakin kritis, peningkatan kepekaan terhadap perkembangan sosial, teknologi, serta dinamika hukum menjadi wajib dilakukan oleh seluruh jajaran.
Burhanuddin menyoroti perlunya penyesuaian terhadap perubahan regulasi, khususnya dalam penerapan hukum pidana nasional, agar kebijakan yang diambil tetap akurat dan berkeadilan. Ia menekankan bahwa profesionalisme bukan sekadar kompetensi teknis, melainkan juga refleksi dari integritas dan rasa keadilan yang terus dipertahankan. Setiap langkah penegakan hukum harus berakar pada prinsip kejujuran, kesempurnaan, dan kebijaksanaan yang menjadi dasar doktrin Tri Krama Adhyaksa.
Dalam menjalankan tugas, setiap jaksa diharapkan mampu mengambil keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan, bebas dari intervensi, serta tidak memihak. Kejujuran dalam penilaian, kesempurnaan dalam pelaksanaan kebijakan, dan kehati-hatian dalam komunikasi menjadi pedoman utama agar setiap tindakan hukum mencerminkan keadilan substantif.
Tema peringatan tahun ini, "Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis", menegaskan bahwa kewibawaan penegak hukum berasal bukan dari kekuasaan semata, melainkan dari konsistensi dalam menjalankan tugas dengan rasa keadilan yang hidup di tengah masyarakat. Kepercayaan publik harus dibangun melalui transparansi, akuntabilitas, dan pendekatan yang memperhatikan aspek kemanusiaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Pengungkapan dugaan korupsi kuota haji senilai Rp622 miliar menunjukkan adanya praktik manipulasi nama calon jemaah yang disusun berdasarkan arahan tersangka.
9 September 2026

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Empat karya seni Renoir hilang dari museum di Cagnes-sur-Mer, dua di antaranya telah ditemukan kembali dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
9 September 2026

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.
9 September 2026

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA


