Jarak Titik Api Karhutla Terjauh 40 Km dari Zona Inti IKN
Otorita IKN memastikan titik kebakaran hutan dan lahan terjauh berjarak 30–40 kilometer dari kawasan inti pemerintahan, dengan penanganan melalui patroli darat, udara, dan edukasi pencegahan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 19.29 WITA·👁 12 orang membaca· 0 hari ini · 35x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan bahwa wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam kawasan delineasi IKN masih berjarak 30 hingga 40 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Meski berada dalam batas wilayah IKN, titik api tersebut tidak mengancam langsung zona pemerintahan utama. Staf Khusus Kepala Otorita IKN bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, menjelaskan bahwa langkah penanganan dilakukan secara preventif untuk mengantisipasi perluasan api.
Penanganan dilakukan secara menyeluruh melalui sinergi antara tim darat dan udara. Tim gabungan dari Otorita IKN, TNI, Polri, serta Jasa Marga telah menangani titik api yang muncul di Kilometer 31 Tol Balikpapan-Samarinda. Untuk akses ke area yang sulit dijangkau, seperti Bukit Tengkorak dan Bukit Merdeka, operasi water bombing oleh TNI AU terus dilakukan sebagai upaya efektif menekan api di lokasi terpencil.
Angka 458 hektare yang disebut sebagai area terdampak tidak berarti seluruhnya terbakar. Menurut Danis, jumlah lahan yang benar-benar terbakar lebih kecil karena area tersebut terdiri dari sejumlah titik api tersebar. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah titik api telah menurun signifikan, meski dua lokasi—Bukit Tengkorak dan Wonotirto—masih menjadi fokus pemantauan.
Otorita IKN tetap mempertahankan patroli rutin dan pemantauan dari udara untuk mendeteksi potensi munculnya titik api baru. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya mengerahkan seluruh aset guna mencegah kebakaran menjalar ke zona inti. Upaya pencegahan juga diperkuat melalui sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
26 Oktober 2026

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Kementerian Hukum memblokir 700 ribu badan usaha yang belum melaporkan data pemilik manfaat, sebagai langkah mendukung transparansi dan keterbukaan data perusahaan.
26 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Moeldoko menyerukan ekstensi insentif fiskal bagi truk dan bus listrik guna percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.
26 Oktober 2026

Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh soal Fenomena Udara Tak Dikenal
Pentagon AS mempublikasikan seri ketujuh dokumen terkait objek terbang tak dikenal, mencakup laporan lapangan, rekaman, dan catatan historis dari periode 1940-an hingga kini.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

