Jembatan Gantung Pangandaran Ambruk Akibat Beban Melebihi Kapasitas dan Kondisi Teknis Tidak Sesuai
Investigasi TNI AD menemukan jembatan gantung di Pangandaran runtuh karena beban bersamaan dari sekitar 50 orang dan kondisi teknis struktur yang tidak memenuhi standar.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Insiden ambruknya Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran saat peresmian telah diungkap secara rinci oleh TNI Angkatan Darat melalui hasil investigasi menyeluruh terhadap sistem konstruksi dan komponen pendukung. Menurut keterangan resmi, sejumlah elemen kritis seperti pengait block anchor yang patah, posisi dan konfigurasi block anchor terhadap pylon, serta kondisi sistem roller dan turnbuckle tidak sesuai spesifikasi, turut berkontribusi pada kegagalan struktural. Selain itu, perbedaan elevasi pada pylon juga menjadi faktor penunjang kegagalan keseimbangan.
Pada saat kejadian, jembatan menerima beban serentak dari sekitar 50 orang, yang secara teknis melebihi kapasitas desain jembatan perintis. Meski jembatan dirancang sebagai solusi akses di wilayah dengan kondisi geografis sulit, kapasitas penggunaannya tetap dibatasi. Pembebanan melebihi batas tersebut menjadi salah satu pemicu utama kegagalan struktural. Kepala Dinas Penerangan TNI AD menegaskan bahwa jembatan perintis memang memiliki batas kemampuan tertentu, dan penggunaan harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Sebagai respons, TNI AD telah melakukan peningkatan kekuatan sistem sling pada jembatan-jembatan perintis, dengan kenaikan daya dukung sekitar 20 hingga 30 persen. Namun, pihaknya menekankan bahwa peningkatan ini tidak menggantikan kewajiban untuk mematuhi kapasitas dan aturan penggunaan. Donny menegaskan bahwa insiden ini bukan hasil kesalahan individu, melainkan pelajaran penting untuk memperkuat pengelolaan teknis dan kesadaran keselamatan dalam penggunaan infrastruktur jembatan gantung.
Tindak lanjut investigasi mencakup evaluasi menyeluruh terhadap konfigurasi, keseimbangan, distribusi beban, serta penerapan standar keselamatan pada semua jembatan perintis yang dibangun. Sebelum kembali digunakan oleh masyarakat, jembatan akan menjalani pemeriksaan teknis mendalam dan pengujian kelayakan. Hasil temuan ini juga akan menjadi acuan dalam penyempurnaan proses pembangunan infrastruktur di masa depan, guna memastikan keamanan, efektivitas, dan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Pemerintah pusat siapkan skema pinjaman infrastruktur melalui PT SMI, dengan pembayaran dilakukan dari dana bagi hasil yang diterima daerah.
8 September 2026

SMGR Perkuat Ekspansi Pasar Lewat Proyek Strategis dan Reformasi Bisnis
Laba bersih Semen Indonesia tumbuh 445% pada semester pertama 2026, didorong proyek pemerintah, penataan anak usaha, dan pemulihan merek Kujang.
8 September 2026

Jepang Dorong Investasi di Kawasan Rebana, Fokus pada Ekonomi Hijau dan Infrastruktur
Pemerintah bersama JICA gelar seminar untuk memperkuat kemitraan publik-swasta dan menarik investasi di Kawasan Rebana, Jawa Barat, dengan fokus pada industri hijau dan pengembangan infrastruktur strategis.
8 September 2026

Lelang Aset Cuci Uang Rp42 Triliun, Perhiasan dan Tas Mewah Dibuka ke Publik
Ratusan barang mewah hasil sitaan kasus pencucian uang senilai Rp42 triliun di Singapura dilelang secara daring, dengan target pendapatan Rp40,4–54,3 miliar.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


