Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jembatan Gantung Pangandaran Ambruk Akibat Beban Melebihi Kapasitas dan Kondisi Teknis Tidak Sesuai

Investigasi TNI AD menemukan jembatan gantung di Pangandaran runtuh karena beban bersamaan dari sekitar 50 orang dan kondisi teknis struktur yang tidak memenuhi standar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Jembatan Gantung Pangandaran Ambruk Akibat Beban Melebihi Kapasitas dan Kondisi Teknis Tidak Sesuai
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Insiden ambruknya Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran saat peresmian telah diungkap secara rinci oleh TNI Angkatan Darat melalui hasil investigasi menyeluruh terhadap sistem konstruksi dan komponen pendukung. Menurut keterangan resmi, sejumlah elemen kritis seperti pengait block anchor yang patah, posisi dan konfigurasi block anchor terhadap pylon, serta kondisi sistem roller dan turnbuckle tidak sesuai spesifikasi, turut berkontribusi pada kegagalan struktural. Selain itu, perbedaan elevasi pada pylon juga menjadi faktor penunjang kegagalan keseimbangan.

Pada saat kejadian, jembatan menerima beban serentak dari sekitar 50 orang, yang secara teknis melebihi kapasitas desain jembatan perintis. Meski jembatan dirancang sebagai solusi akses di wilayah dengan kondisi geografis sulit, kapasitas penggunaannya tetap dibatasi. Pembebanan melebihi batas tersebut menjadi salah satu pemicu utama kegagalan struktural. Kepala Dinas Penerangan TNI AD menegaskan bahwa jembatan perintis memang memiliki batas kemampuan tertentu, dan penggunaan harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Sebagai respons, TNI AD telah melakukan peningkatan kekuatan sistem sling pada jembatan-jembatan perintis, dengan kenaikan daya dukung sekitar 20 hingga 30 persen. Namun, pihaknya menekankan bahwa peningkatan ini tidak menggantikan kewajiban untuk mematuhi kapasitas dan aturan penggunaan. Donny menegaskan bahwa insiden ini bukan hasil kesalahan individu, melainkan pelajaran penting untuk memperkuat pengelolaan teknis dan kesadaran keselamatan dalam penggunaan infrastruktur jembatan gantung.

Tindak lanjut investigasi mencakup evaluasi menyeluruh terhadap konfigurasi, keseimbangan, distribusi beban, serta penerapan standar keselamatan pada semua jembatan perintis yang dibangun. Sebelum kembali digunakan oleh masyarakat, jembatan akan menjalani pemeriksaan teknis mendalam dan pengujian kelayakan. Hasil temuan ini juga akan menjadi acuan dalam penyempurnaan proses pembangunan infrastruktur di masa depan, guna memastikan keamanan, efektivitas, dan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya